ilustrasi KRL (unsplash.com/Matt Mutlu)
Pemkab Bogor sebelumnya tengah mengkaji dua alternatif trase untuk menghubungkan wilayah Bogor Barat dengan jaringan kereta api, yakni Tenjo-Jasinga dan Parung Panjang-Jasinga pada lintas Tanah Abang-Rangkasbitung.
Berdasarkan kajian awal Bapperida Kabupaten Bogor pada 2025, trase Parung Panjang-Jasinga lebih direkomendasikan. Jalur tersebut dirancang sepanjang sekitar 27,26 kilometer dan memiliki enam stasiun. Sementara trase Tenjo-Jasinga memiliki panjang sekitar 18,6 kilometer dengan tiga stasiun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi di wilayah Bogor Barat sekaligus membuka akses menuju kawasan yang selama ini belum terlayani transportasi massal secara optimal.
Namun, Djoko menilai Pemkab Bogor seharusnya lebih dahulu memperkuat jaringan transportasi dari kawasan permukiman menuju stasiun yang sudah tersedia.
“Persoalannya begini, Kabupaten Bogor itu minim membuat angkutan dari perumahan. Ya, kalau ada keretanya kalau dari perumahannya enggak ada, sama juga. Jaringannya orang itu kan tetap mahal,” ujarnya.
Menurut Djoko, pembangunan feeder justru menjadi langkah yang relatif lebih mudah dilakukan dibandingkan menunggu pembangunan infrastruktur rel baru oleh pemerintah pusat.
Ia mendorong pemerintah daerah membuat layanan angkutan pengumpan dari stasiun-stasiun yang sudah beroperasi menuju kawasan permukiman di sekitarnya.
“Yang paling mudah dilakukan itu membuat feeder dari semua stasiun atau shuttle bus, seperti Transjakarta dan sebagainya, langsung ke perumahan terdekat,” katanya.
Djoko menilai keberadaan jaringan feeder penting untuk memastikan transportasi massal benar-benar menjadi pilihan masyarakat. Sebab, persoalan perjalanan tidak berhenti ketika penumpang tiba di stasiun.
Tanpa koneksi dari stasiun ke permukiman, masyarakat tetap harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk mencapai rumah atau tempat kerja.
“Feeder itu yang diperbaiki. Jangan hanya mengharapkan pusat membangun jalur,” ujarnya.