Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Lebak Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Bertahun-tahun
Dok. IDN Times/Tk

Lebak, IDN Times - Warga Kampung Binong, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak terpaksa iuran atau patungan untuk memperbaiki jalan. Menurut salah satu warga, jalan menuju Kampung Binong itu tidak pernah mendapat program perbaikan sejak 10 tahun silam.

"Jalan ini paling parah pokoknya, sebelum dicor ini ada batu yang keinjek bulet, mobil mentok segala macem," kata Muhammad Arsyad, salah satu tokoh masyarakat Binong, Selasa (22/8/2023).

1. Warga sangat membutuhkan jalan ini sebagai akses ke berbagai tempat

Dok. IDN Times/Tk

Arsyad mengatakan, akses tersebut sangat vital karena kerap dilalui warga untuk mencari nafkah. Apalagi, sepanjang jalan ada beberapa pabrik juga.

"Warga musyawarah darimana pun dananya minimal 100-150 meter itu harus diperbaiki. Tadinya mau pakai dana sosial yang ada, tapi semua musyawarah untuk tidak pakai lalu iuran juga para donatur," tuturnya.

2. Warga berinisiatif untuk mengumpulkan uang secara mandiri

ilustrasi uang (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Akhirnya, lanjut Arsyad, tokoh RT dan RW antusias ingin mengumpulkan dana dari manapun. "Intinya ini murni swadaya masyarakat," tambah dia.

Arsyad menegaskan, perbaikan jalan sempat dianggarkan tahun lalu. Namun, kenyataannya gagal, tanpa ada pemberitahuan yang jelas.

"Sebetulnya tahun kemarin melalui BPD itu sudah mau dikasih 300 meter untuk Binong dari DD. Tapi ujung-ujungnya dicoret lagi akhirnya ngga tau kemana dialihkannya," kata dia.

3. Ini penjelasan pihak desa

Dok. IDN Times/Tk

Sementara itu, Sekretaris Desa Citeras, Herdi mengatakan sebetulnya jalan Kampung Binong telah diukur oleh pihak pemerintah daerah, beberapa kali.

"Itu jalan poros desa. Akan dibangun oleh pemerintah daerah karena anggarannya cukup besar sekitar Rp1,6 miliar dengan panjang 1,2 kilometer," kata Herdi.

Herdi juga menepis anggapan warga jika pihaknya mengabaikan soal perbaikan jalan. "Makanya desa bukan mengabaikan tapi anggarannya terlalu besar untuk desa. Anggaran perbaikan itu bisa menyerap seluruh dana desa sehingga yang lainnya tidak bisa direalisasikan," kata dia.

Editorial Team

Related Article