Yanofri mengatakan, dirinya bersama empat ketua RW lainnya di Perumahan Bukit Nusa Indah telah membuat kesepakatan untuk mendorong pelaksanaan pembangunan gedung SMPN 25.
Dukungan, kata dia, juga datang dari sejumlah RW dan RT di luar kawasan perumahan. Bahkan, warga berencana memasang spanduk dukungan di sejumlah akses jalan utama.
“Banyak RW lain juga mendukung. Kami sudah membuat tanda tangan bersama RW dan RT serta warga. Nanti surat ini akan kami serahkan ke wali kota untuk menjadi dasar Pemkot Tangsel menyegerakan proses pembangunan gedung sekolah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 06/RW 015, Pramono Subekti, menilai pembangunan sekolah negeri di kawasan tersebut dapat memberikan sejumlah manfaat bagi warga.
Menurutnya, keberadaan sekolah yang lebih dekat dapat membuka peluang akses pendidikan negeri bagi anak-anak sekaligus mengurangi beban biaya dan waktu perjalanan.
“Kalau ada sekolah baru kan membuat anak-anak di wilayah kita lebih berpeluang diterima di sekolah negeri. Apalagi bisa irit biaya juga dan kita gak terlalu was-was karena jarak sekolah lebih dekat,” ungkap Pramono.
Dia berharap warga RW 16 yang menolak pembangunan dapat kembali membuka ruang dialog dengan Pemkot Tangsel.
“Harus dibuka ruang dialog yang lebih sejuk, bukan penuh tegang, agar apa yang semua orang harapkan, orang tua harapkan, bisa berjalan baik dan terakomodir,” tutupnya.