1.274 Anak di Kota Serang Menderita Stunting

Serang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat 1.274 anak menderita kekerdilan atau stunting. Kecamatan Serang dan Kecamatan Kasemen menjadi daerah penyumbang kasus paling banyak.
Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin mengatakan, jumlah kasus tersebut berdasarkan hasil pendataan dari 2023 hingga awal Januari 2024 ini.
1. Ini rincian jumlah kasus stunting per kecamatan

Ia merinci dari ribuan kasus tersebut, Kecamatan Curug ada 181 kasus, Kecamatan Walantaka 49, Kecamatan Serang 494, Kecamatan Taktakan 111, Kecamatan Cipocokjaya 36 dan Kecamatan Kasemen 403 kasus.
"Jadi memang yang paling banyak itu ada di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang," kata Hasan, Kamis (18/1/2024).
2. Anak menderita stunting karena salah pola asuh

Menurut Hasan, kasus stunting itu diakibatkan oleh perilaku salah asuh atau orangtua yang tidak betul-betul memperhatikan kondisi kesehatan anak-anakanya.
"Misalnya saat pemberian makan, si anak di beri makan asal-asalan. Nah itu harus di perhatikan kesehatannya, jangan dibiarkan begitu saja," katanya.
Selanjutnya, Hasan berharap kepada para orangtua untuk lebih fokus memeriksa kondisi kesehatan anak-anaknya ke fasikitas kesehatan terdekat.
"Minimal anak-anak secara kesehatannya bisa terkontrol. Kemudian bisa mendapatkan vitamin dan bisa diberikan makanan tambahan atau bisa mendapatkan bantuan juga," katanya.
3. Pj Wali Kota Serang minta pengusaha dan ASN jadi orangtua asuh

Sementara, Pj Wali Kota Serang Yedi Rahmat mengajak semua pengusaha dan aparatur sipil negara (ASN) untuk ikut terlibat aktif menjadi orangtua asuh bagi anak-anak stunting di Kota Serang.
"Insya Allah setiap bulan kami akan menyisihkan sebagian rezeki begi mereka," katanya



















