Ilustrasi kegiatan posyandu. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Selain itu, kata Tuti, para relawan akan mengawasi anak-anak balita dengan mengukur badan, tangan dan lingkar kepala secara periodik. "Hasil pendampingan relawan itu juga dijadikan prioritas pencegahan dengan melibatkan semua instansi terkait, juga elemen masyarakat hingga tokoh agama," katanya.
Menurut Tuti, pencegahan stunting sangat diperlukan untuk mempersiapkan generasi unggul ke depan. Jika anak terserang stunting, imbuhnya, hal itu akan berdampak ke generasi penerus bangsa.
Umumnya, kata dia, anak mengidap stunting memiliki keterlambatan dalam berpikir, juga sesudah dewasa rawan terserang diabetes melitus dan darah tinggi.
Dengan demikian, pemerintah daerah memfokuskan pencegahan stunting dengan melibatkan relawan tersebut. "Kami optimistis dengan melibatkan relawan dapat teratasi pencegahan stunting bagi ibu hamil maupun anak balita," katanya.