Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2 Ribu Personel Gabungan Bakal Cabut Pagar Laut di Tangerang Besok

2 Ribu Personel Gabungan Bakal Cabut Pagar Laut di Tangerang Besok
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
Intinya Sih
  • 2.000 personel akan mencabut pagar laut di Kabupaten Tangerang besok.
  • Pembongkaran sebelumnya dilakukan secara manual dan sulit karena kedalaman 1,5 meter.
  • Nelayan kompak membantu pembongkaran dan siap turun lagi meskipun mengalami luka-luka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tangerang, IDN Times - Personel gabungan bakal kembali mencabut pagar laut yang berada di perairan Kabupaten Tangerang, Rabu (22/1/2025) besok. Total, ada 2.000 orang yang bakal mencabut pagar tersebut.  

Berdasarkan jadwal yang diterima IDN Times melalui Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), diketahui ribuan personel itu terlibat terdiri dari 700 personel TNI Angkatan Laut, 400 personel KKP, 400 Pasukan Katak Marinir, hingga 500 orang nelayan.

Berdasarkan jadwal tersebut, pencabutan akan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Adapun titik awal proses ini adalah Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang.

Jumlah personel tersebut, lebih banyak dibandingkan personel yang terlibat dalam pembongkaran pagar laut pada Sabtu (18/1/2025) lalu, yakni sebanyak 600 personel TNI Angkatan Laut saja.

"Kurang lebih kami mengerahkan 600 personel dari Lantamal Jakarta III, dibantu oleh nelayan yang baru kembali mencari ikan," kata Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, Sabtu lalu. 

1. Sebelumnya, pagar laut dicabut secara manual

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Pembongkaran pada Sabtu lalu dilakukan secara manual, yakni pagar bambu diikat menggunakan tali lalu ditarik menggunakan kapal nelayan. Cara tersebut, dinilai sulit dilakukan lantaran pagar laut yang tertancap sedalam 1,5 meter di bawah tanah.

"Kesulitan kami lebih mudah menanam daripada mencabut apalagi kalau yang sudah ditanam dengan jangka waktu sampai berbulan bulan, itu akan menyulitkan kami," jelas Harry.

Laksamana Pertama TNI I.M. Wira Hady, Kepala Dispenal TNI Angkatan Laut menjelaskan, penarikan sebenarnya lebih efektif menggunakan tagboat, sehingga bambu yang ditarik lebih banyak dan lebih kuat. Namun, lantaran perairannya hanya sedalam 3 meter, tagboat tidak dapat masuk pada pembongkaran pertama.

"Seharusnya bisa ditarik dengan tagboat, karena dangkal kedalaman kurang dari 3 meter, tidak bisa masuk, jadi sarana penariknya tidak besar," kata Wira Hady di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/1/2025).

2. Nelayan dan personel TNI luka-luka saat mencabut pagar laut secara manual

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Belum diketahui bagaimana mekanisme pencabutan pagar laut pada Rabu, 22 Januari 2025 besok, namun baik personel TNI AL maupun nelayan yang mencabut pagar laut sebelumnya mengalami luka-luka lecet dan sobek karena terkena kerang tiram yang telah menempel di bambu-bambu tersebut.

Maun (55), salah satu nelayan yang ikut proses pembongkaran mengatakan, pencabutan pagar laut cukup sulit lantaran tidak bisa dilakukan dengan tangan kosong.

"Mungkin sudah sekitar 2,2 kilometer ya, proses cabutnya sulit banget. Jadi kami cara nyabut manual itu memang susah, pakai tali ditarik pun kecabutnya tidak seluruh bambu," kata Maun.

Maun mengungkapkan, proses pencabutan dengan kapalnya yang berbahan dasar fiber juga sulit dilakukan. Bahkan, saat kapalnya diikat menggunakan tali ke pagar bambu tersebut, tidak tercabut sama sekali.

"Memang benar-benar keras itu. Kapal saya memang enggak bergerak tadi. Cabut 2-3 bambu, digabung pakai tali, nggak bergerak. Kebetulan kapal kami itu dari fiber jadi enteng bukan kayu," tuturnya.

Maun mengungkapkan, pencabutan tersebut bahkan menyebabkan banyak nelayan dan personel TNI AL yang luka-luka akibat terkena bagian bambu yang tajam saat mencoba membantu bambu secara manual. Namun, hal tersebut harus dilakukan lantaran jika bambu tidak tercabut seluruhnya dikhawatirkan akan membahayakan kapal nelayan nantinya.

"Takutnya kena kapal sisa potongan bambunya. Makanya harusnya memang dicabutnya manual supaya semua dari dasar laut itu nyampe kecabut semua," jelasnya.

3. Nelayan Tanjung Pasir memastikan bakal ikut serta bongkar pagar laut

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Nurjen (52), nelayan Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang mengaku siap membantu kembali pembongkaran pagar laut di wilayah perairan Kabupaten Tangerang. Diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI Angkatan Laut, dan sejumlah stakeholder lain akan melakukan pembongkaran pagar laut besar-besaran pada Rabu, 22 Januari 2024.

"Kalau kami mah sebagai nelayan siap banget, turun lagi pasti, di sini (Tanjung Pasir) mah nelayannya kompak," kata Nurjen.

Nurjen menuturkan, paguyuban nelayan yang ada di Tanjung Pasir memang kompak menolak adanya pagar laut tersebut. Seluruh nelayan, kata dia, bahkan kompak membongkar pagar laut bersama personel TNI.

"Turun semua, ada 10 kapal, saya juga turun sampai luka-luka kena karang yang tajam nempel di bambu," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Banten

See More