32 Ribu Anak di Kota Tangerang Jalani Skrining Stunting

Tangerang, IDN Times - Sebanyak 32 ribu anak di Kota Tangerang telah melalui skrining stunting. Skrining tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini adanya potensi stunting di Kota Tangerang pada intervensi program Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas) di 1.097 posyandu se-Kota Tangerang.
“Sudah 40 persen dari target 80 ribu-an anak di Kota Tangerang datang ke posyandu dan menjalani skrining kasus stunting dan TBC,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Dinkes Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, Rabu (12/6/24).
Angka itu, menurut dia, masih akan terus bertambah mengingat pelaksanaan skrining kasus stunting akan berlangsung selama bulan Juni di seluruh posyandu.
1. Targetnya, Juni 2024 semua anak di Tangerang sudah diskrining

Ia pun menjelaskan, secara angka capaian per kecamatan, yang paling masif ialah Kecamatan Ciledug dengan target 7.376 anak dan sudah 3.766 anak diskrining atau 51 persen dari target.
Kedua, Kecamatan Periuk dengan target 5.990 anak sudah 2.857 anak diskrining atau 47,7 persen. Ketiga adalah Kecamatan Larangan, dari target 5.990 anak sudah 2.857 anak telah diskrining atau 47,7 persen dari target.
“Secara data, semua kecamatan terus berprogres dan terus bertambah setiap harinya, kata dia.
Pemkot Tangerang menargetkan pada Juni 2024, 100 persen anak di Kota Tangerang datang ke posyandu. "Untuk diukur pertumbuhannya, baik itu berat badan, panjang atau tinggi badan. Lalu, diinput ke dalam aplikasi SiData dan e-PPGBM,” jelasnya.
2. Jika ada anak yang berpotensi stunting, ini langkah Pemkot bakal dilakukan intervensi

Dinkes Kota Tangerang bersama seluruh OPD terkait akan melakukan intervensi khusus jika ada temuan anak-anak yang terindikasi stunting.
“Harapannya, ialah tidak ada lagi anak-anak di Kota Tangerang yang terlambat dilakukan penanganan,” katanya.
3. Angka stunting di Kota Tangerang meningkat pada tahun 2023

Sebagai informasi, tren prevalensi stunting pada balita di Kota Tangerang menurun penurunan dari tahun 2018, yakni di angka 19,1 persen menjadi 11,8 persen di tahun 2022.
Kenaikan terjadi pada tahun 2023 dengan angka 17,6 persen, meskipun masih di bawah angka Provinsi Banten, yaitu 24 persen dan nasional di 21,5 persen.



















