9 Siswa Sekolah Rakyat di Tangsel Mengundurkan Diri

Siswa mundur karena kesulitan beradaptasi
Adanya laporan siswa merokok di area sekolah
Siswa sebelumnya terbiasa hidup bebas, pemerintah siapkan anggaran stimulus untuk mendukung program Sekolah Rakyat
Tangerang Selatan, IDN Times – Anggota DPR RI menemukan sejumlah persoalan saat mendatangi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Negeri 33 Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Salah satunya, sejumlah peserta didik memilih mengundurkan diri.
“Bukan kabur lah, mengundurkan diri. Tadi 9 orang sementara,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, Rabu (17/9/2025).
1. Siswa yang mundur karena tak bisa beradaptasi

Ia menjelaskan, jumlah peserta didik yang mendaftar di Sekolah Rakyat ini awalnya mencapai 150 orang. Namun, Singgih menyoroti kenapa masih ada yang memilih mundur di tengah jalan. Menurutnya, persoalan utama ada pada adaptasi siswa.
“Mereka di rumah mungkin biasanya sehari-hari tidak ada yang mengarahkan, diarahkan untuk jam 4 bangun salat, terus makan pagi, terus olahraga. Itu kan perlu waktu untuk penyesuaian,” jelas Singgih.
2. Ada juga laporan siswa yang merokok di area sekolah

Politikus Golkar itu juga menyebut adanya laporan kepala sekolah mengenai peserta didik yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Ia pun mendorong Kementerian Sosial menghadirkan bimbingan konseling agar kenakalan remaja bisa ditekan.
“Mendorong mereka bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan baik,” terangnya.
3. Para siswa ini sebelumnya terbiasa hidup bebas
Singgih menambahkan, sebagian besar peserta didik Sekolah Rakyat sebelumnya hidup dengan kebebasan tinggi di rumah, mulai dari merokok hingga mengonsumsi minuman keras. Kini, hal itu menjadi tanggung jawab pengelola sekolah untuk membangun disiplin.
Ia juga mengungkap pemerintah telah menyiapkan anggaran stimulus Rp1,1 triliun tahun ini untuk mendukung program Sekolah Rakyat.
“Tahun depan itu totalnya Rp23 triliun plus sekitar Rp27-Rp28 triliun untuk Sekolah Rakyat. Rp23 triliun untuk sarana dan prasarana. Nantinya pembangunan di Sekolah Rakyat setiap kabupaten/kota sekitar Rp100 miliar untuk infrastruktur fisik,” sebutnya.



















