Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Empat Tahapan Sakral Tradisi Seba Masyarakat Adat Baduy

Empat Tahapan Sakral Tradisi Seba Masyarakat Adat Baduy
Suku Baduy (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Intinya Sih
  • Tradisi Seba Baduy diadakan 23–26 April 2026 sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan simbol keharmonisan antara manusia, alam, serta pemerintah.
  • Ada empat tahapan utama: Ngarampes (persiapan hasil bumi), Lalampah (perjalanan kaki), Pembacaan Rajah (doa dan permohonan), serta Penyerahan Laksa (simbol hubungan dengan pemerintah).
  • Ritual ini menjadi warisan budaya yang menegaskan nilai keseimbangan manusia dan alam, dijalankan ribuan warga Baduy dengan berjalan kaki menuju pusat pemerintahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebak, IDN Times – Tradisi Seba yang dilakukan masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak 23-26 April 2026 mendatang, merupakan salah satu ritual tahunan yang sarat makna spiritual dan budaya bagi warga adat yang mendiami Desa Kanekes tersebut.

Meski kini menjadi destinasi wisata masyarakat, ritual ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk syukur atas hasil panen sekaligus simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, Seba Baduy memiliki sejumlah tahapan sakral yang dijalankan secara turun-temurun. Berikut empat proses utama dalam tradisi tersebut:

1. Ngarampes, persiapan hasil bumi

Suku Baduy berjalan kaki (IDN Times/Muhammad Iqbal)
Suku Baduy berjalan kaki (IDN Times/Muhammad Iqbal)

Tahapan awal disebut Ngarampes, yakni proses mempersiapkan hasil bumi. Warga Baduy mengumpulkan berbagai hasil panen seperti pisang dan gula merah yang akan dibawa saat Seba.

Hasil bumi ini dikumpulkan di depan rumah jaro (pemimpin adat) sebagai bagian dari persiapan ritual.

2. Lalampah, perjalanan kaki penuh makna

ilustrasi pejalan kaki menyebrang (pexels.com/Zeeshaan Shabbir)
ilustrasi pejalan kaki menyebrang (pexels.com/Zeeshaan Shabbir)

Tahap berikutnya adalah Lalampah, yaitu perjalanan menuju pusat pemerintahan dengan berjalan kaki. Bagi masyarakat Baduy Dalam, penggunaan kendaraan merupakan hal yang dilarang karena dianggap bertentangan dengan ajaran adat yang menjaga keseimbangan alam.

3. Pembacaan Rajah, doa dan permohonan

Suku Baduy beraktivitas di halaman rumahnya (IDN Times/Muhammad Iqbal)
Suku Baduy beraktivitas di halaman rumahnya (IDN Times/Muhammad Iqbal)

Dalam prosesi Seba juga terdapat pembacaan Rajah, yakni mantra dalam bahasa Sunda kuno. Rajah berisi doa untuk memohon izin, keselamatan, perlindungan, serta restu dari leluhur dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Prosesi ini juga menjadi sarana menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga alam.

4. Penyerahan Laksa, simbol hubungan dengan pemerintah

Suku Baduy beraktivitas di halaman rumahnya (IDN Times/Muhammad Iqbal)
Suku Baduy beraktivitas di halaman rumahnya (IDN Times/Muhammad Iqbal)

Tahapan puncak adalah penyerahan laksa kepada pemerintah daerah. Laksa merupakan olahan dari padi yang dibungkus daun dan disiapkan melalui ritual khusus. Penyerahan ini melambangkan hubungan baik antara masyarakat adat (mandala) dengan pemerintah (negara).

Tradisi Seba Baduy biasanya dilaksanakan setelah masa Kawalu atau puasa adat. Ribuan warga Baduy akan berjalan kaki menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak hingga Provinsi Banten untuk menyerahkan hasil bumi.

Ritual ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam di tengah modernisasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Banten

See More