Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AHY Tinjau Kampung Nelayan Tanjung Anom: Bisa Jadi Percontohan Nasional

AHY Tinjau Kampung Nelayan Tanjung Anom: Bisa Jadi Percontohan Nasional
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Kampung Nelayan Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • AHY meninjau Kampung Nelayan Tanjung Anom di Tangerang dan menilai kawasan yang dulunya kumuh kini tertata rapi berkat kolaborasi berbagai pihak.
  • Kampung Nelayan tersebut dinilai berpotensi menjadi percontohan nasional sejalan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih yang tengah digagas pemerintah pusat.
  • AHY meminta ATR/BPN mempercepat penerbitan sertifikat tanah nelayan serta mendorong pembangunan fasilitas produktif seperti dermaga, bengkel kapal, dan pabrik es.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau Kampung Nelayan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/3/2026). AHY melihat pembangunan dan penataan rumah nelayan di pesisir Kabupaten Tangerang

Pantauan IDN Times di lokasi, AHY berkeliling menyapa warga dari rumah ke rumah. Warga pun antusias dengan kedatangan AHY di kampung tersebut.

"Anak Presiden SBY, ganteng banget!," ungkap Mursiah, warga setempat.

1. Penataan kampung nelayan kerja sama beberapa pihak

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Kampung Nelayan Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

AHY mengungkapkan, penataan kampung nelayan merupakan hasil kerja sama Non-Governmental Organization (NGO) Habitat for Humanity, Pemkab Tangerang, Koperasi Mitra Dhuafa, dan warga setempat.

Habitat for Humanity membiayai program penataan kawaszan kampung nelayan sebesar Rp5,5 miliar. Masing-masing rumah senilai Rp55 juta dengan luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 30 meter persegi. Pemkab Tangerang Rp6,3 miliar dibiayai biaya membangun infrastruktur sekitar kawasan, Rp2,2 miliar dari Koperasi Mitra Dhuafa yang dibayar tunai ke pemilik, serta cicilan dari masyarakat Rp75-140 ribu per minggu untuk pembelian tanah dengan tenor 4 tahun.

"Tadi saya lihat ada dua sampai tiga kamar, ada kamar mandi, dapur, lengkap dan tadi kita lihat secara langsung jauh lebih baik dan mereka senang, nyaman bahkan ada yang sudah punya warung dan sebagainya," ungkap AHY.

2. Dari kawasan kumuh berpotensi kampung percontohan nasional

AHY mengungkapkan, hasil tinjauan dan paparan Pemkab Tangerang, terdapat perbaikan kondisi dari yang sebelumnya sangat kumuh menjadi tertata. Meski begitu, AHY menegaskan, berbagai perbaikan dan penambahan fasilitas tetap harus dilakukan agar kampung nelayan semakin nyaman dan layak huni.

"Ini juga semangat yang sedang kita kawal bersama-sama yaitu mewujudkan Indonesia ASRI yaitu Aman, Sehat, Resik, Tertata, dan juga Indah," jelas AHY.

AHY menambahkan, Kampung Nelayan di Tanjung Anom tersebut bisa menjadi program percontohan, terlebih saat ini Presiden Prabowo tengah membangun Kampung Nelayan Merah Putih.

"Nah ini juga sesuatu yang baik untuk masyarakat kita dan bahkan apa yang kita lihat di sini bisa menjadi semacam percontohan untuk tempat lainnya," tuturnya.

3. ATR/BPN diminta permudah pembuatan sertifikat

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Kampung Nelayan Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain penataan kawasan, AHY juga meminta ATR/BPN selaku pihak yang mengeluarkan sertifikat tanah, untuk segera mengeluarkan dan tidak menunda pemecahan sertifikat rumah. Hal tersebut, agar hak legalitas nelayan jelas dan memberikan kepastian hukum.

"Apalagi ada sebagian sudah kontan (lunas), sebagian sudah menambah sendiri jumlah kamarnya, termasuk memperluas dapur," tuturnya.

4. Masyarakat didorong untuk produktif

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Kampung Nelayan Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain penataan rumah, AHY juga memastikan penataan dilakukan untuk mengembangkan produktivitas warga. Misalnya breakwater untuk pemecah ombak, kemudian tanggul penahan abrasi.

"Lalu buat para nelayan juga harus ada jetty (dermaga kecil) untuk menambat perahu-perahu atau kapal-kapalnya," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan yang juga Kepala Badan Otorita Penanggulangan Pantura Jawa, Laksamana TNI (Purn.) Didit Herdiawan mengungkapkan, ke depan bakal ada SPBU untuk pengisian solar ke kapal nelayan. Termasuk adanya bengkel kapal nelayan yang dekat dengan kawasan tersebut. Rencananya juga dibangun pabrik es penyimpanan ikan.

"Pabrik esnya juga yang spesifik menggunakan slurry ice menggunakan air asin, bukan air tawar, artinya ini lebih baik karena tangkapan laut dari air asin jadi lebih tahan, lebih baik kualitasnya dan nanti siap dipasarkan di banyak tempat seperti pasar dan dermaga," katanya.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan penataan kawasan dilakukan di area seluas 1,3 hektare dengan 110 rumah. Pemkab Tangerang sudah membangun sanitasi, penerangan, jalan raya, hingga air tawar.

"Ke depan, kami membangun sekolah, puskesmas, Koperasi Desa Merah Putih di kawasan ini," tutup Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Banten

See More