Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Ribu Anak di Kota Serang Tak Sekolah, Nikah Dini Faktor Dominan

8 Ribu Anak di Kota Serang Tak Sekolah, Nikah Dini Faktor Dominan
ilustrasi pelajar SMK negeri (pexels.com/周 康)
Intinya Sih
  • DPRD Kota Serang menyoroti sekitar 8.000 anak usia 7–18 tahun tidak bersekolah, dengan pernikahan dini menjadi faktor dominan selain motivasi rendah dan keterbatasan ekonomi.
  • DPRD mendorong kolaborasi semua pihak serta optimalisasi program Serang Cerdas dan Serang Mengaji untuk meningkatkan kesadaran pendidikan dan mencegah masalah sosial seperti nikah dini.
  • DPRD menegaskan perlunya langkah konkret dari Dindikbud melalui sosialisasi, pendampingan keluarga, dan kerja lintas sektor guna menekan angka anak tidak sekolah di Kota Serang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serang, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menyoroti tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) dan anak rentan putus sekolah di wilayahnya.

Berdasarkan data dashboard Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, jumlah ATS mencapai sekitar 8.000 anak usia 7 hingga 18 tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.200 anak telah diverifikasi.

Hasil pengawasan Komisi II DPRD ke Dindikbud mengungkap salah satu faktor dominan penyebab tingginya angka ATS adalah pernikahan usia dini.

1. Temuan ini harus jadi perhatian semua pihak

Ilustrasi anak sekolah (unsplash.com/Ed Us)
Ilustrasi anak sekolah (unsplash.com/Ed Us)

Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, TB Udra Sengsana, mengatakan fenomena ATS tidak bisa dipandang sebagai persoalan tunggal, melainkan dipengaruhi berbagai faktor.

"Tadi juga ada terkait angka anak tidak sekolah dan rentan putus sekolah. Itu juga tadi menjadi concern kita ke depan bagaimana untuk menekan angka tidak sekolah dan anak rentan putus sekolah," kata Udra, Rabu (15/4/2026).

Selain nikah dini, faktor lain yang memengaruhi antara lain rendahnya motivasi anak untuk bersekolah, minimnya dorongan dari orang tua, serta keterbatasan ekonomi keluarga.

"Agak menarik itu angka menikah (nikah dini). Datanya tadi agak lumayan tinggilah yang sudah menikah. Dan juga faktor bullying ada, tapi tidak signifikan," ujarnya.

2. DPRD bakal dorong program unggulan wali kota menekankan kesadaran masyarakat

Ilustrasi anak sekolah (unsplash.com/Husniati Salma)
Ilustrasi anak sekolah (unsplash.com/Husniati Salma)

Udra menegaskan, penanganan masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Dindikbud, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga masyarakat.

"Ini bukan hanya PR Dindik, tapi PR kita bersama untuk mengedukasi masyarakat agar mau anaknya berangkat ke sekolah," jelasnya.

DPRD juga mendorong optimalisasi program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, seperti Serang Cerdas dan Serang Mengaji, sebagai bagian dari upaya menekan angka ATS.

Menurut Udra, program Serang Mengaji memiliki potensi dalam membentuk karakter anak serta meningkatkan kesadaran sosial dan keagamaan, sehingga dapat membantu mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk pernikahan dini dan perundungan.

"Jadi insya Allah itu bisa mencegah bullying. Terus tadi ada juga terobosan dari Dindik, memutarkan lagu pendidikan bermutu dengan aransemen lokal," tambahnya.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk memberikan efek relaksasi bagi siswa setelah kegiatan belajar.

"Ini belum terlaksana, jadi ketika pulang sekolah yang tadinya anak itu sudah jenuh, sudah capek, ketika mendengarkan lagu itu secara psikologis bisa menjadi rileks kembali," jelasnya.

3. DPRD klaim komiten perkuat kolaborasi lintas sektor

Ilustrasi anak sekolah (unsplash.com/Ed Us)
Ilustrasi anak sekolah (unsplash.com/Ed Us)

Meski demikian, DPRD menekankan pentingnya langkah konkret dan terukur dari Dindikbud dalam menurunkan angka ATS, termasuk memperkuat sosialisasi, pendampingan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor.

"Tentunya juga Dindik tadi menyampaikan untuk terus melakukan sosialisasi terhadap murid-murid, terhadap guru-guru terkait dengan bullying," kata Udra.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Banten

See More