Dua Bocah Meninggal Tenggelam di Proyek Sodetan Karian

- Dua bocah di Lebak, Banten, meninggal dunia setelah tenggelam di area proyek sodetan Bendungan Karian saat bermain di lokasi yang tergenang hujan.
- Relawan BPBD Kecamatan Maja membenarkan kejadian tersebut dan menyebut jenazah kedua korban telah dimakamkan oleh keluarga setelah proses evakuasi selesai.
- Ketua Umum Koordinasi Kumala mengecam insiden ini dan menilai ada kelalaian keselamatan kerja, mendesak pengamanan proyek diperketat serta klarifikasi dari pihak terkait.
Lebak, IDN Times – Dua bocah di Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di area proyek sodetan Bendungan Karian, Selasa (14/4/2026). Peristiwa ini memicu sorotan terhadap aspek keselamatan proyek yang dinilai lalai.
Kedua korban berinisial F (6) dan R (8), warga Pasirmakam, Desa Mekarsari, Kecamatan Maja. Mereka diduga terperosok ke dalam galian sodetan saat bermain di sekitar lokasi proyek saat hujan. Relawan BPBD Kecamatan Maja, Afif Sahro Afifi, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kedua bocah tersebut meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi proyek sodetan saat korban tengah bermain,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, lokasi kejadian merupakan bagian dari proyek sodetan Bendungan Karian yang direncanakan untuk mengaliri wilayah Tangerang.
1. Jenazah telah dimakamkan

Afif menambahkan, kedua korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga setelah proses evakuasi dilakukan.
Peristiwa ini terjadi di area proyek yang berada cukup dekat dengan permukiman warga.
Ketua Umum Koordinasi Kumala, Rohimin, mengecam keras insiden tersebut. Ia menilai ada dugaan kelalaian dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek yang berada di bawah naungan BBWSC Banten.
“Kami mengecam atas tragedi meninggalnya dua bocah di area proyek sodetan. Seharusnya ada pengamanan yang jelas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
2. Minta pengamanan proyek diperketat

Rohimin menilai, proyek infrastruktur wajib dilengkapi sistem pengamanan yang memadai, seperti pembatas area berbahaya, pengawasan ketat, serta rambu peringatan, terutama jika berada di dekat permukiman.
Ia juga mendesak pihak terkait untuk segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat dan keluarga korban.
“Ini menjadi perhatian serius. Kami menduga ada kelalaian dari aspek keselamatan proyek,” kata dia.



















