Keberangkatan Jemaah Haji di Bandara Soetta Dimulai 22 April 2026

- Keberangkatan jemaah haji Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dimulai 22 April 2026 dengan total 35.285 orang dari tiga embarkasi terdekat.
- Seluruh pemeriksaan keimigrasian dilakukan di asrama haji sebelum keberangkatan, sehingga tidak ada lagi pemeriksaan imigrasi di bandara.
- Otoritas Arab Saudi melakukan pemeriksaan di fasilitas Makkah Route Terminal 2 Bandara Soetta agar jemaah bisa langsung menuju pemondokan setibanya di Arab Saudi.
Tangerang, IDN Times - Calon jemaah haji asal Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta mulai berangkat pada 22 April 2026. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana, Jumat (17/4/2026).
"Pada musim haji tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan melayani keberangkatan sebanyak 35.285 orang," kata Galih.
1. Ada 3 embarkasi yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta

Galih menyebut, puluhan ribu jemaah calon haji berasal dari tiga embarkasi terdekat di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Seperti Embarkasi Pondok Gede, Bekasi dan terbaru dari Cipondoh, Kota Tangerang. Mereka akan menggunakan dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
"Untuk mendukung kelancaran pemberangkatan haji kali ini, Imigrasi Soekarno-Hatta juga telah melakukan berbagai persiapan operasional, personil, hingga pengamanan keimigrasian,"ujar Galih.
2. Seluruh pemeriksaan keimigrasian akan dipusatkan di asrama haji

Galih menegaskan, seluruh proses pemeriksaan keimigrasian, terpusat di asrama haji keberangkatan. Selanjutnya, jemaah akan diberangkatkan dari asrama haji menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan bus yang telah disegel dan pengamanan petugas imigrasi.
"Sehingga di bandara tidak akan ada lagi pemeriksaan dari Imigrasi Bandara Soetta," katanya.
3. Pemeriksaan dari otoritas Arab Saudi juga dilakukan di Bandara Soetta

Setibanya di bandara Soetta, jemaah langsung diarahkan ke fasilitas Makkah Route di Terminal 2 untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian oleh otoritas Arab Saudi.
Dengan layanan ini, jemaah Indonesia yang tiba di Arab Saudi dapat langsung melanjutkan perjalanan ke pemondokan tanpa harus melalui pemeriksaan keimigrasian pada saat kedatangan di Arab Saudi.
"Dengan skema ini, proses keberangkatan menjadi lebih cepat, lebih teratur, dan lebih nyaman bagi seluruh calon jemaah haji," pungkasnya.


















