Tangis Keluarga Sambut 3 Jenazah Korban Helikopter Jatuh di Kalimantan

- Tiga jenazah korban jatuhnya helikopter di Hutan Sekadau tiba di Bandara Soekarno-Hatta, terdiri dari dua WNI dan satu WNA, dengan proses pemulangan berjalan lancar.
- Keluarga korban menyambut kedatangan jenazah dengan haru; Harun Arasyid dibawa ke Cimahi, Tan Keng Liam disemayamkan di Grand Heaven Pluit, dan Patrick Kee Chuan Pen diterbangkan ke Malaysia.
- Kemenhub memastikan delapan orang tewas dalam kecelakaan helikopter Airbus EC 130 T2 milik PT Matthew Air Nusantara serta menegaskan koordinasi evakuasi dilakukan bersama Basarnas dan TNI AU.
Tangerang, IDN Times - Tiga jenazah korban jatuhnya helikopter di Hutan Sekadau, Kalimantan Barat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (18/4/2026). Diketahui, ada delapan korban meninggal dunia akibat peristiwa nahas tersebut.
Pantauan IDN Times di lokasi, tiga jenazah tersebut tiba dalam waktu yang berbeda, namun dengan maskapai Batik Air. Mereka keluar dari Terminal Kargo Bandara Soetta sekitar pukul 12.00 WIB.
Nama-nama dari korban yang tiba di Bandara Soetta yakni Harun Arasyid, Tan Keng Liam, dan Patrick Kee Chuan Pen.
"Jenazah yang datang hari ini, satu WNA dan dua WNI, alhamdulillah berjalan lancar," kata Kepala Pos Polisi Sektor Terminal Kargo, Ipda Feri Susanto.
1. Jenazah disambut haru keluarga

Pantauan IDN Times, terlihat pihak keluarga sedari pagi telah menunggu kedatangan jenazah untuk segera dibawa ke rumah duka masing-masing. Jenazah Harun Arrasyid dibawa langsung ke Cimahi, Jawa Barat. Ia merupakan teknisi di helikopter yang jatuh.
Saat jenazah tiba dengan peti berwarna silver yang dibungkus plastik dari dalam kargo, terlihat keluarga langsung menyambut dan meminta segera dinaikkan ke dalam ambulans.
Tangis kakak laki-laki korban pun pecah saat berupaya menemani jenazah di dalam ambulans. Ia yang awalnya mengenakan topi lantas melepasnya dan memeluk anggota keluarga lain seraya mengusap air mata.
"Gak tahan ini, Allah Akbar," ucapnya sembari menangis.
2. Korban atas nama Tan Keng Liam dibawa ke rumah duka Grand Heaven Pluit

Sementara, untuk korban Tan Keng Liam merupakan penumpang di helikopter yang jatuh akan langsung dibawa ke rumah duka Grand Heaven Pluit untuk disemayamkan. Terlihat, pihak pengurus rumah duka dan perwakilan keluarga langsung menaikkan peti jenazah ke dalam ambulans berwana putih.
"Pihak keluarga dan perusahaan (helikopter mendampingi," ungkap Feri.
3. Korban berstatus WNA langsung diterbangkan ke Kuala Lumpur

Sementara, korban atas nama Patrick Kee Chuan Pen yang berstatus warga negara asing disemayamkan di Kargo, sebelum akhirnya diterbangkan kembali ke Malaysia sore ini menggunakan Malaysian Airlines dengan kode penerbangan MH720.
"Pendampingan juga dilakukan oleh petugas Avsec dan pengawalan ke rumah duka oleh Polda Metro Jaya," jelas Feri.
Diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan duka cita atas musibah jatuhnya helikopter Airbus Helicopter EC 130 T2 registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menjelaskan helikopter yang melayani rute Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) tersebut lepas landas pada pukul 07.37 WIB. Pada pukul 08.39 WIB.
"Kemudian pesawat terdeteksi mengirimkan sinyal darurat dari kawasan hutan Kalimantan Barat. Sekitar pukul 09.15 WIB, helikopter dinyatakan hilang kontak, sebelum AirNav Indonesia menerbitkan status darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Helikopter tersebut diawaki oleh satu orang pilot, Capt. Marindra Wibowo, serta membawa satu orang engineer, Harun Arasyid, dan enam penumpang, yakni:
• Mr. Patrick K. (warga negara Malaysia)
• Mr. Victor T.
• Mr. Charles L.
• Mr. Joko C.
• Mr. Fauzie O.
• Mr. Sugito
Tim SAR gabungan telah menemukan lokasi jatuhnya helikopter. Seluruh penumpang dan awak dipastikan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut," ujar Lukman.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan telah berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Basarnas, dan TNI AU untuk proses evakuasi serta penanganan di lokasi kejadian.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ujar Lukman.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi dan tidak berspekulasi terkait penyebab kecelakaan.


















