Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ada Konflik di Timur Tengah, KP2MI Siagakan Posko Layanan di Bandara
Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga (IDN Times/Maya Auliq Aprilianti)

  • KP2MI menyiagakan posko layanan di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas untuk membantu kepulangan pekerja migran Indonesia menjelang mudik Lebaran 2026.

  • Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan jumlah PMI yang pulang ke Tanah Air, meski data resmi jumlahnya belum ditetapkan oleh Direktorat Pemulangan.

  • Penutupan ruang udara di beberapa negara Timur Tengah membuat sebagian PMI tertunda mudiknya, namun kepulangan diprediksi meningkat setelah jalur penerbangan kembali dibuka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyiagakan layanan di berbagai titik kedatangan untuk menyambut arus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjelang periode mudik Lebaran 2026. Apalagi, saat ini tengah terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah yang juga berdampak pada PMI yang ada di negara-negara tersebut.

Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga mengatakan, petugas telah disiagakan di sejumlah lokasi strategis seperti halte layanan Pekerja Migran Indonesian, lounge Pekerja Migran di bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas negara.

“Teman-teman pelayanan kami di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah kami siagakan. Ini arahan langsung dari Pak Menteri P2MI agar pelayanan kepada pekerja migran yang pulang ke Tanah Air dapat berjalan optimal,” kata Mangiring di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (14/3/2026).

1. Petugas di bandara maupun pelabuhan bakal membantu kendala PMI yang mudik

Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga (IDN Times/Maya Auliq Aprilianti)

Menurutnya, petugas di lapangan akan membantu berbagai kebutuhan pekerja migran yang baru tiba, mulai dari proses kepulangan hingga penanganan jika terjadi kendala selama perjalanan.

“Kami sudah menyiapkan petugas dari 23 BP3MI di seluruh Indonesia. Mereka standby memberikan pelayanan, termasuk jika ada pekerja migran yang mengalami kerugian atau kendala dalam perjalanan,” ujarnya.

2. Jumlah pekerja migran yang mudik tahun ini akan meningkat lantaran adanya konflik Timur Tengah

Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga (IDN Times/Maya Auliq Aprilianti)

Terkait jumlah pekerja migran yang diperkirakan pulang saat musim mudik tahun ini, Mangiring mengatakan pihaknya belum memiliki angka prediksi resmi. Perkiraan tersebut biasanya dihimpun oleh Direktorat Pemulangan.

“Untuk prediksi jumlahnya biasanya dikoordinasikan dengan teman-teman di Direktorat Pemulangan. Saat ini kita belum bisa memastikan angkanya,” katanya.

Meski begitu, ia menyebut jumlah pekerja migran yang pulang berpotensi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada periode mudik Lebaran tahun lalu tercatat sekitar 14 ribu pekerja migran kembali ke Indonesia.

“Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah pekerja migran yang pulang bisa saja terjadi,” ujarnya.

Mangiring juga menjelaskan bahwa selama ini mayoritas pekerja migran yang pulang saat mudik berasal dari negara-negara dengan penempatan besar pekerja migran Indonesia.

“Biasanya yang paling banyak berasal dari Malaysia, kemudian Singapura, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” katanya.

Terkait kabar penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah, Mangiring memastikan hingga saat ini belum ada laporan pekerja migran yang tertahan.

“Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada pekerja migran yang tertahan. Bahkan kemarin ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa pekerja migran terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya,” jelasnya.

3. Diprediksi kepulangan PMI untuk mudik akan meningkat usai ruang udara Timur Tengah dibuka

Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto mengungkapkan, pihaknya memperkirakan PMI asal Timur Tengah yang mudik tahun ini bakal berkurang lantaran adanya penutupan ruang udara di beberapa negara. Pasalnya, saat ini tak banyak maskapai yang membuka penerbangan dengan rute dari dan ke Timur Tengah.

"Jumlah pastinya kami belum bisa menyampaikan, tapi informasi yang kami dapat sekitar ribuan yang bekerja di sana dan kemungkinan belum bisa kembali untuk pulang mudik," jelasnya.

Diperkirakan, PMI di Timur Tengah yang pada tahun 2025 melakukan mudik yakni dari Arab Saudi dan Dubai. Mereka, mayoritas merupakan PMI dengan jalur profesional. "Ada juga yang formal kerja di sana relatif untuk jumlahnya," kata dia.

Diketahui, berdasarkan data per 11 Maret 2026 terdapat 5.605 PMI yang akan berada di 35 negara di seluruh dunia yang diperkirakan akan mudik. Mayoritas berasal dari Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan Arab Saudi.

Editorial Team