Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau Kampung Nelayan Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Selain penataan rumah, AHY juga memastikan penataan dilakukan untuk mengembangkan produktivitas warga. Misalnya breakwater untuk pemecah ombak, kemudian tanggul penahan abrasi.
"Lalu buat para nelayan juga harus ada jetty (dermaga kecil) untuk menambat perahu-perahu atau kapal-kapalnya," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan yang juga Kepala Badan Otorita Penanggulangan Pantura Jawa, Laksamana TNI (Purn.) Didit Herdiawan mengungkapkan, ke depan bakal ada SPBU untuk pengisian solar ke kapal nelayan. Termasuk adanya bengkel kapal nelayan yang dekat dengan kawasan tersebut. Rencananya juga dibangun pabrik es penyimpanan ikan.
"Pabrik esnya juga yang spesifik menggunakan slurry ice menggunakan air asin, bukan air tawar, artinya ini lebih baik karena tangkapan laut dari air asin jadi lebih tahan, lebih baik kualitasnya dan nanti siap dipasarkan di banyak tempat seperti pasar dan dermaga," katanya.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan penataan kawasan dilakukan di area seluas 1,3 hektare dengan 110 rumah. Pemkab Tangerang sudah membangun sanitasi, penerangan, jalan raya, hingga air tawar.
"Ke depan, kami membangun sekolah, puskesmas, Koperasi Desa Merah Putih di kawasan ini," tutup Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.