Andra soni antar putranya mengambil rapor sekolah (Dok. Pemprov)
Ia menilai, perhatian dan kehadiran ayah pada momen penting anak akan menjadi kenangan emosional yang membekas hingga dewasa. Kedekatan tersebut diyakini mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat hubungan antara anak dan orang tua.
Andra menegaskan bahwa Gerakan Ayah Mengambil Rapor bukanlah sebuah kewajiban yang memaksa, melainkan ajakan untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan. Karena itu, ia mengimbau para ayah di seluruh Banten untuk meluangkan waktu mendampingi anak-anak mereka saat menerima hasil belajar di sekolah.
Tak hanya kepada masyarakat umum, Andra juga meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten ikut menyosialisasikan gerakan tersebut kepada keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, GEMAR merupakan simbol perubahan pola pengasuhan yang selama ini cenderung menempatkan ibu sebagai pusat pendampingan pendidikan anak. Melalui gerakan itu, peran ayah dan ibu diharapkan menjadi lebih kolaboratif dalam mendukung tumbuh kembang anak.
"Ini merupakan simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia, dari yang semula terpusat pada peran ibu menjadi kolaboratif dan setara," ujarnya.