Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banten Masih Bergantung Pasokan Hewan Kurban dari Luar Daerah

Banten Masih Bergantung Pasokan Hewan Kurban dari Luar Daerah
Ilustrasi hewan kurban (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Intinya Sih
  • Provinsi Banten masih bergantung pada pasokan hewan kurban dari luar daerah, dengan produksi lokal hanya mampu memenuhi sekitar 19 persen dari total kebutuhan tahun 2026.
  • Kebutuhan hewan kurban di Banten meningkat tiga persen menjadi 63.171 ekor, sementara hanya 11.969 ekor berasal dari peternak lokal yang sebagian besar berada di wilayah selatan.
  • Rendahnya minat beternak dan kebiasaan memotong hewan betina produktif membuat Banten sulit berkembang sebagai daerah produksi ternak meski memiliki potensi besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Serang, IDN Times - Provinsi Banten masih bergantung pada pasokan hewan kurban dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idul Adha 2026. Pemerintah Provinsi Banten mencatat hampir 80 persen kebutuhan hewan kurban masih didatangkan dari luar provinsi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Provinsi Banten, Ari Mardiana mengatakan, produksi lokal saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 19 persen dari total estimasi kebutuhan hewan kurban.

1. Kebutuhan hewan kurban di Banten tahun ini meningkat sekitar tiga persen

Hewan kurban yang dijual di pasar hewan. IDN Times/Daruwaskita
Hewan kurban yang dijual di pasar hewan. IDN Times/Daruwaskita

Berdasarkan data Dinas Pertanian, kebutuhan hewan kurban di Banten tahun ini meningkat sekitar tiga persen dibanding tahun sebelumnya. Dari total kebutuhan 63.171 ekor, hanya 11.969 ekor yang berasal dari produksi lokal.

“Impor, dalam artian dari luar Banten, ya, bukan dari luar negeri. Selama ini, Banten hanya bisa memenuhi sekitar 19 persen dari total hewan kurban,” kata Ari, Senin (11/5/2026).

2. Meski potensial, Banten masih dikenal sebagai daerah "konsumsi"

Petugas memeriksa kesehatan hewan kurban. IDN Times/Daruwaskita
Petugas memeriksa kesehatan hewan kurban. IDN Times/Daruwaskita

Menurut Ari, Banten selama ini lebih dikenal sebagai daerah konsumsi dibanding sebagai daerah produksi ternak. Karena itu, kebutuhan sapi, kambing, dan domba masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Sementara untuk kerbau, kebutuhan masih bisa dipenuhi dari peternak lokal.

“Minat berternak untuk Banten itu masih sedikit ya, meski potensi ada, terutama di wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang. Namun, karena minatnya masih terbatas, kami hanya mampu menyediakan segitu,” ujarnya.

3. Ini penyebab Banten tak jadi daerah peternakan hewan

Ilustrasi sapi kurban (IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi sapi kurban (IDN Times/Daruwaskita)

Selain rendahnya minat beternak, ketersediaan ternak juga terpengaruh oleh masih terjadinya pemotongan hewan betina produktif di tingkat masyarakat. Padahal, pemerintah telah berulang kali mengimbau agar sapi betina produktif tidak dipotong demi menjaga regenerasi ternak.

Namun, menurut Ari, kondisi ekonomi membuat sebagian peternak tetap menjual atau memotong ternaknya untuk kebutuhan mendesak.

“Butuh buat anak sekolah atau buat apa, nah jadinya ya mereka potong juga ya. Banyak alasannya salah satunya itu,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More