Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Operasional Truk Sampah di Lebak Tertekan

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Operasional Truk Sampah di Lebak Tertekan
Ilustrasi truk sampah. (IDN Times/Imam Rosidin)
Intinya Sih

  • Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat biaya operasional truk sampah DLH Lebak melonjak, dengan anggaran Rp1,7 miliar diperkirakan habis sebelum akhir tahun.
  • DLH Lebak mempertimbangkan penggunaan biosolar bersubsidi untuk menekan biaya, meski ada kekhawatiran soal performa mesin dan standar emisi kendaraan.
  • Dinas Perhubungan Lebak turut terdampak kenaikan harga Pertamina Dex yang mencapai Rp27 ribu per liter, menambah beban anggaran operasional armada dinas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebak, IDN Times – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai berdampak pada operasional layanan publik di Kabupaten Lebak, Banten. Salah satunya dirasakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak yang kini menghadapi lonjakan biaya operasional truk sampah.

Kepala DLH Lebak, Irvan Suyatupika mengatakan, kenaikan harga Dexlite hingga mencapai sekitar Rp26 ribu per liter pada awal Mei 2026 membuat anggaran bahan bakar semakin tertekan.

1. Anggaran BBM truk sampah diprediksi habis Agustus

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Irvan menjelaskan, tahun ini DLH Lebak mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,7 miliar untuk kebutuhan BBM 17 unit truk sampah yang beroperasi. Namun setelah harga BBM nonsubsidi naik, anggaran tersebut diperkirakan tidak akan cukup hingga akhir tahun.

“Di perencanaan kan untuk 12 bulan, tapi setelah kenaikan BBM nonsubsidi kira-kira anggarannya tidak akan sampai hingga akhir tahun,” kata Irvan, Senin (11/5/2026).

Meski begitu, pihaknya memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal dan tidak akan memangkas rute operasional. “Harga BBM nonsubsidi naik, tapi rute tetap normal. Tentu tidak mungkin memangkas rute,” ujarnya.

2. DLH pertimbangkan penggunaan biosolar

ilustrasi BBM Pertamina (dok. Pertamina)
ilustrasi BBM Pertamina (dok. Pertamina)

Irvan mengungkapkan, pemerintah pusat disebut membuka kemungkinan penggunaan BBM subsidi untuk beberapa jenis armada pelayanan publik, termasuk kendaraan persampahan.

Karena itu, DLH Lebak tengah mempertimbangkan penggunaan biosolar untuk menekan beban operasional. “Hanya saja ya tetap harus membuat barcode. Tapi kita lihat nanti perkembangannya,” ucapnya.

Namun, menurut Irvan, penggunaan solar subsidi juga memiliki konsekuensi terhadap performa mesin kendaraan dan standar emisi.

3. Dishub Lebak juga mengeluhkan kenaikan BBM

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Dampak kenaikan harga BBM juga dirasakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak. Kepala Dishub Lebak, Abdurazak mengaku lonjakan harga Pertamina Dex membuat beban operasional kendaraan dinas semakin berat.

“Pusing juga harga Pertamina Dex tiba-tiba Rp27 ribu,” katanya.

Ia menyebut kenaikan tersebut berpengaruh langsung terhadap kebutuhan anggaran bahan bakar armada operasional milik Dishub Lebak.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More