Barantin Pastikan Sapi Impor di Indonesia Bebas PMK

- Barantin memastikan 470 ribu sapi impor di Indonesia bebas penyakit PMK dan LSD setelah inspeksi di Tangerang.
- Sapi asal Australia dilakukan vaksinasi sebelum dan setelah masuk ke Indonesia untuk mencegah penyebaran penyakit.
- Pemeriksaan darah dilakukan untuk memastikan sapi bebas dari virus, dengan konsep biosecurity yang diterapkan di seluruh feedloter.
Tangerang, IDN Times - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sapi impor yang masuk di Indonesia bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Desease (LSD). Hal tersebut usai dilakukan pemantauan di Instalasi Karantina Hewan, PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang.
Kepala Barantin, Sahat M Panggabean mengungkapkan, pihaknya telah melakukan inspeksi dan monitoring untuk memastikan hal tersebut.
"Bisa kita lihat di belakang, ini jadi terkait dengan isu PMK sebenarnya kami pastikan bahwa sapi-sapi yang masuk ke Indonesia itu-itu benar-benar bebas penyakit PMK dan LSD," kata Sahat, Selasa (7/1/2025).
1. Sapi impor divaksin 2 kali

Sahat mengungkapkan, untuk memastikan hal tersebut, sapi asal Australia tersebut pun dilakukan vaksinasi di negara asalnya dan juga saat sudah berada di Indonesia. Vaksinasi tersebut dilakukan untuk memastikan sapi yang masuk ke Indonesia aman dari penyakit.
"Kami juga sudah melihat langsung ke lokasi di Australia yang dikirim ke sini, sampai di sini kita pastikan semua sapi-sapi itu kita lakukan vaksinasi untuk penyakit PMK sama LSD," jelasnya.
2. Sapi juga dilakukan pemeriksaan darah

Selain vaksinasi, sapi-sapi impor tersebut juga dilakukan pemeriksaan darah untuk kembali memastikan sapi bebas dari virus. Hal tersebut juga untuk mencegah adanya penyebaran penyakit dari luar ke Indonesia.
"Meskipun sehat juga tetap kami lakukan vaksinasi dan tadi juga kami juga ambil-ambil sampel darah. Nah ini vaksinasi ini bukan sampling, tapi seluruh populasi se-Indonesia," ungkapnya.
3. Ada 470 ribu ekor sapi impor di seluruh Indonesia

Sahat mengungkapkan, di seluruh Indonesia terdapat sekitar 470 ribu ekor sapi impor yang ada di feedloter sapi seluruh Indonesia. Seluruhnya, kata Sahat, dipastikan bebas dari penyakit. "Kalau ada yang sakit itu pasti kami musnahkan," tegasnya.
Selain vaksinasi dan cek darah, Sahat juga memastikan seluruh feedloter yang ada di Indonesia memiliki keamanan yang baik untuk menjaga kandang dan pemberian makan sapi-sapi impor tersebut tetap bersih dan tidak menjadi media pembawa penyakit.
"Selain vaksinasi, konsep biosecurity-nya juga diterapkan dengan baik, misalnya ketika masuk harus didisinfektan, lalu menggunakan sepatu khusus, itu untuk menjaga agar tidak ada kontaminasi penyakit," tuturnya.



















