2025 BAZNAS Tangsel Raup Rp22 Miliar, Wali Kota Minta Peran Sosial

- BAZNAS Tangsel mencatat penghimpunan ZIS sebesar Rp22 miliar pada 2025, melampaui target Rp17 miliar dan mendapat apresiasi dari Wali Kota Benyamin Davnie.
- Benyamin menekankan pentingnya peran sosial BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk kontribusinya pada program bedah rumah bagi warga kurang mampu.
- Wali Kota meminta transparansi pengelolaan dana zakat serta peningkatan sosialisasi agar kinerja BAZNAS lebih dikenal publik melalui berbagai ruang komunitas.
Tangerang Selatan, IDN Times - Badan Amil Zakat Nasional Kota Tangerang Selatan mencatat capaian positif sepanjang 2025. Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berhasil menembus Rp22 miliar, melampaui target awal sebesar Rp17 miliar.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengapresiasi capaian tersebut. Namun, ia menekankan peningkatan dana harus diiringi dengan penguatan peran sosial BAZNAS di tengah masyarakat.
“Kalau kita bicara pembangunan dan keuangan, APBD memang menjadi instrumen utama. Tapi di luar itu, masih ada potensi ekonomi lain yang bisa dikembangkan, salah satunya melalui BAZNAS,” ujar Benyamin, Selasa (14/4/2026).
1. Potensi zakat dinilai bisa bantu kesejahteraan

Benyamin menilai, zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar sebagai sumber pendanaan alternatif untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, meski indikator pembangunan seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan di Tangsel terus meningkat, masih ada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“Masih ada masyarakat miskin yang harus kita intervensi melalui gerakan sosial. Ini menjadi tugas bersama,” jelasnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penanganan rumah tidak layak huni. Pemerintah Kota Tangerang Selatan disebut telah memperbaiki hampir 2.000 rumah warga melalui program bedah rumah.
Dalam pelaksanaannya, peran BAZNAS juga dilibatkan untuk mendukung program tersebut.
“BAZNAS juga ikut berkontribusi dalam program bedah rumah. Ke depan, potensi seperti ini harus terus didorong,” katanya.
2. Transparansi jadi sorotan

Selain penguatan peran sosial, Benyamin juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana zakat.
Ia meminta agar BAZNAS lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk terkait penyaluran dana kepada penerima manfaat.
“Masyarakat harus tahu uang yang dizakatkan itu dialokasikan ke mana dan siapa penerimanya,” tegasnya.
3. Dorong sosialisasi dan publikasi lebih luas

Benyamin juga mendorong peningkatan sosialisasi agar program dan kinerja BAZNAS lebih dikenal masyarakat luas.
Ia menyarankan agar publikasi tidak hanya dilakukan dalam forum formal, tetapi juga melalui ruang publik seperti pusat perbelanjaan, sekolah, hingga pesantren.
Dengan capaian yang terus meningkat, ia berharap BAZNAS Tangsel bisa menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, di luar peran APBD.
“Harapannya, pembangunan dan kesejahteraan tidak hanya bergantung pada APBD, tapi BAZNAS juga bisa menjadi instrumen tambahan untuk masyarakat,” kata dia.


















