Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wahidin Halim Soroti MBG, Singgung Penyimpangan hingga Kasus Keracunan

Wahidin Halim Soroti MBG, Singgung Penyimpangan hingga Kasus Keracunan
Mantan Gubernur Banten Wahidin Halim (Instagram/Pemprov Banten)
Intinya Sih
  • Wahidin Halim mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena menemukan indikasi penyimpangan anggaran dan lemahnya pengawasan distribusi di lapangan.
  • Ia menyoroti kasus dugaan keracunan massal di Kecamatan Pinang yang menyebabkan hampir 100 pelajar mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
  • Wahidin berencana melaporkan temuan penyimpangan dan kasus keracunan tersebut ke Badan Gizi Nasional serta siap menyampaikan langsung kepada Presiden untuk evaluasi menyeluruh program MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kota Tangerang, IDN Times - Anggota DPR RI, Wahidin Halim, mengkritik implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menemukan indikasi penyimpangan anggaran serta dugaan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Meski mendukung konsep program tersebut, mantan Gubernur Banten itu menilai pelaksanaan di lapangan masih jauh dari harapan dan menyisakan berbagai persoalan.

Wahidin mengatakan, program MBG merupakan langkah positif pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, ia menyoroti lemahnya pengawasan dalam tata kelola distribusinya.

“MBG itu sebuah program presiden cukup bagus. Konsepnya untuk mencerdaskan anak-anak kita. Cuma dalam pengelolaannya itu syarat dengan korupsi,” ujar Gubernur Banten periode 2017-2022 ini dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosialnya, Minggu (12/4/2026).

1. Wahidin soroti kasus keracunan MBG

Gubernur Banten Wahidin Halim (Instagram/ wh_wahidinhalim)
Mantan Gubernur Banten Wahidin Halim (Instagram/ wh_wahidinhalim)

Ia juga mengungkap temuan di lapangan terkait nilai makanan yang dibagikan kepada siswa yang diduga tidak sesuai dengan anggaran. “Kalau kita hitung, gak sampai Rp7 ribu per porsi untuk satu anak,” imbuhnya.

Selain itu, Wahidin menyoroti insiden dugaan keracunan makanan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar kediamannya dan dikelola oleh Yayasan Banten Hebat. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026), di mana makanan yang diduga mengandung telur dengan mayones menyebabkan hampir 100 siswa mengalami gangguan kesehatan.

“Hampir 100 orang, mulai dari anak TK, SMA, hingga santri, mengalami gejala seperti diare, sakit perut, dan muntah,” jelasnya.

2. Wahidin akan laporkan kasus berkaitan MBG di ke Presiden

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (10/4/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (10/4/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Menurutnya, kasus ini menjadi alarm serius terhadap pengelolaan program MBG, terutama dalam aspek keamanan pangan dan distribusi. Menanggapi hal tersebut, Wahidin menyatakan akan melaporkan temuannya kepada Badan Gizi Nasional untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Oleh karena itu, akan saya laporkan kepada Badan Gizi Nasional. Ini menjadi catatan saya sebagai anggota DPR RI,” katanya.

Ia juga menegaskan siap menyampaikan langsung persoalan ini kepada Presiden jika diperlukan, mengingat masih banyaknya persoalan dalam implementasi program tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Banten

See More