Tips Merawat Gigi Anak Agar Tak Reges Sedari Bayi

- Perawatan gigi anak harus dimulai sejak gigi pertama tumbuh dengan sikat lembut dan pasta gigi berflouride khusus bayi.
- Anak disarankan menyikat gigi dua kali sehari serta menghindari susu botol setelah menyikat gigi malam untuk mencegah bakteri berkembang.
- Orangtua perlu rutin membersihkan lidah, gusi, dan membawa anak ke dokter gigi tiap enam bulan untuk deteksi dini masalah seperti white spot.
Tangerang, IDN Times - Menjaga kesehatan gigi pada anak memang gampang-gampang susah. Apalagi, anak yang masih baru tumbuh gigi dan sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI atau mpasi. Sering kali, gigi anak menjadi kuning, kehitaman, bahkan bolong hingga bisa menyebabkan gigi anak reges.
Gigi reges pada anak tentunya berbahaya bagi perkembangan mulut anak lantaran gigi susu memiliki fungsi untuk menjaga gusi agar siap saat waktunya gigi tetap tumbuh.
Berikut, tips untuk menjaga gigi anak agar tidak reges menurut Janet Jessica, Dokter Gigi dari Happy Dental Clinic saat diwawancarai IDN Times.
1. Sikat gigi anak sejak gigi pertama tumbuh dengan pasta gigi berflouride

Janet mengungkapkan, banyak orangtua yang merasa menyikat gigi anak belum perlu jika baru tumbuh 1 saja. Padahal, perawatan gigi anak harus dimulai sejak gigi pertama anak tumbuh, meskipun baru 1 gigi.
"Langsung gunakan sikat gigi lembut, bukan sikat silikon, dan gunakan pasta gigi khusus bayi yang berflouride," kata Janet.
2. Gunakan pasta gigi berflouride

Janet mengungkapkan, banyak rumor yang menyesatkan yakni mengenai berbahayanya flouride untuk bayi maupun anak-anak. Padahal, jika pasta gigi yang beredar di pasaran digunakan sesuai anjuran yang tertera, flouride tidak akan membahayakan bayi.
"Bayi bisa menggunakan pasta gigi berflouride sebanyak sebutir beras, dalam sebutir beras itu flouride tidak berbahaya jika tertelan, kecuali bayinya ngemil pasta gigi 1 botol," ungkap Janet.
3. Sikat gigi 2 kali sehari, usahakan anak tidak menyusu dari botol saat malam

Janet mengungkapkan, sikat gigi pada bayi juga dianjurkan dilakukan 2 kali sehari yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Hal tersebut agar gigi bayi terus terjaga kebersihannya dari bakteri penyebab gigi berlubang.
"Usahakan jangan memberikan susu formula dari botol setelah anak menyikat gigi, karena susu formula mengandung gula yang bisa menyebabkan bakteri berkembang di mulut," katanya.
4. Bersihkan juga lidah dan gusi anak

Selain menyikat gigi, orangtua juga wajib membersihkan lidah dan gusi anak. Pasalnya, sisa makanan kerap kali berada pada sela-sela lidah maupun gusi yang bisa tertinggal dan memperbanyak bakteri di mulut anak.
"Bisa menggunakan kain kasa," jelasnya.
Jika anak belum bisa berkumur, maka bisa diberikan air matang untuk belajar berkumur dan mengeluarkan sisa-sisa pasta gigi maupun makanan dari dalam mulut anak.
5. Jika sudah muncul white spot pada gigi anak, segera bawa ke dokter gigi

Janet menuturkan, selain rutin menyikat gigi, kontrol rutin ke dokter gigi juga penting dilakukan untuk anak. Apalagi, pada bayi, rutin kontrol gigi anak juga bisa melihat pertumbuhan gigi susu apakah sudah normal sesuai usia bayi atau belum.
"Minimal 6 bulan sekali rutin ke dokter gigi, bisa ke dokter gigi anak maupun ke dokter gigi terdekat," katanya.
Selain itu, rutin ke dokter gigi juga bisa melihat adanya potensi gigi berlubang seperti white spot yang biasanya merupakan cikal bakal gigi berlubang. Titik putih pada gigi anak menjadi tanda email gigi mulai terkikis bakteri dan akan berlubang jika dibiarkan.
"Kalau sudah ada white spot, biasanya dokter gigi akan memberikan topical flouride 3-6 bulan sekali agar email gigi kembali tertutup dan tidak jadi berlubang," ungkapnya.


















