BPBD Kota Tangerang: Banjir Garden City dan Alamanda Sudah Surut

- Banjir di Perumahan Garden City, Tangerang sudah surut 100 persen setelah tanggul jebol.
- Rekontruksi oleh Dinas PUPR dengan menggunakan kisdam dan pompa air berhasil menurunkan air secara signifikan.
- DPUPR akan melanjutkan proyek pembangunan turap permanen sepanjang 800 meter sebagai langkah mitigasi bencana jangka panjang.
Kota Tangerang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyatakan, kondisi banjir akibat tanggul jebol di Perumahan Garden City, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang sudah surut 100 persen, Senin (25/11/2024).
Plt Kepala BPBD Kota Tangerang, Ubaidillah Ansar mengungkapkan, kondisi Jembatan Alamanda atau Perumahan Garden City sudah surut dan sudah dapat dilintasi kendaraan roda empat maupun roda dua dan situasi lalu lintas dalam kondisi lancar.
“Jalan utama kawasan perumahan di RW 25, RW 21 dan RW 22 pun sudah surut. Mobilitas masyarakat sudah bisa kembali aktif dan normal. Warga atau para pengungsi pun sudah berangsur kembali ke rumah masing-masing,” kata Ubaidillah.
1. Warga sudah kembali ke rumah dan bersih-bersih

Ubaidillah mengatakan, surutnya banjir pasca dilakukan rekontruksi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan menggunakan kisdam dan belasan pompa air diaktifkan hingga air terus surut dengan signifikan.
"Saat ini, sudah kembali normal dan para pengungsi berangsur pulang dan melakukan pembersihan," kata dia.
2. Pemkot Tangerang melanjutkan proyek pembangunan turap permanen

Selain itu, guna menindaklanjuti penanganan banjir yang diakibatkan jebolnya tanggul Kali Ledug di sekitar Perumahan Garden City Periuk DPUPR merencanakan akan melanjutkan proyek pembangunan turap permanen.
Kepala DPUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian teknis untuk menyiapkan proyek lanjutan pembangunan turap permanen sepanjang 800 meter di sekitar kawasan tersebut.
Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah strategis mitigasi bencana jangka panjang untuk mengantisipasi luapan banjir selama musim penghujan.
“Kami selama ini sebenarnya telah melakukan proyek pembangunan turap pemanen di kawasan tersebut secara berkala, sekitar skala 200-300 meternya setiap tahun. Selanjutnya, kami akan kembali melanjutkan pembangunan di sisa lahan yang belum diturap secara permanen setelah kejadian jebolnya tanggul kemarin dalam waktu secepat mungkin,” kata Taufik, Senin (25/11/2024).
3. Saat ini mengantisipasi banjir, tanggul darurat disiagakan

Saat ini, lanjutnya, pihaknya telah membangun tanggul darurat menggunakan teknik kisdam, mengerahkan arat berat, sekaligus mengoptimalisasi kinerja pompa air untuk menuntaskan penanganan sekaligus membantu warga sekitar membersihkan lingkungan pemukiman.
“Sementara ini, kami sudah siapkan tanggul kisdam darurat untuk menahan debit air di sana, sekaligus berkoordinasi secara intens dengan pengelola Pintu Air Sarakan di Kali Cirarab untuk merekayasa supaya air di Kali Ledug dapat mengalir lancar agar tidak meluap dan menimbulkan banjir di sekitar pemukiman warga, khususnya di wilayah Periuk,” kata Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan DPUPR Kota Tangerang, Iwan Nusyamsu.

















