Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPBD Lebak Tangani Bencana di 106 Desa
Ilustrasi bencana ( ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
  • 106 desa di 24 kecamatan Kabupaten Lebak terdampak cuaca ekstrem
  • Bencana alam menyebabkan kerusakan rumah, 5 warga meninggal dan 1 luka-luka
  • Ratusan warga mengungsi, estimasi kerugian mencapai Rp11 miliar
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menangani bencana alam di 106 desa yang tersebar di 24 kecamatan. Warga di ratusan desa itu terdampak cuaca ekstrem yang menerjang dua pekan lalu.   

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak mengatakan, bencana yang melanda ratusan desa itu mulai dari banjir, pergerakan tanah, hingga longsor

1. Estimasi kerugian akibat bencana mencapai Rp11 miliar

Bencana pergerakan tanah di Desa Cidikit Kecamatan Bayah akibat diterjang cuaca ekstrem dua pekan lalu (ANTARA/BPBD)

Akibat bencana itu, sejumlah rumah rusak, kategori berat sebanyak 121 unit, rusak sedang 15 unit dan rusak ringan 215 unit.  

Bencana alam di 24 kecamatan di 106 desa yang terjadi di 150 titik dan 1.958 unit rumah terendam banjir menyebabkan lima warga dilaporkan meninggal dunia serta satu luka-luka.

"Kami memperkirakan estimasi kerugian akibat bencana alam itu hingga mencapai Rp11 miliar," kata Febby.

2. Warga yang terdampak pergerakan tanah

Ilustrasi rumah rusak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Ada ratusan warga yang terdampak pergerakan tanah dan masih mengungsi. Mereka  mengungsi di gedung SMPN 8. 

Warga terdampak di Desa Cidikit Kecamatan Bayah sebanyak 67 KK dengan 180 jiwa. Sedangkan, untuk Desa Panyaungan Kecamatan Cihara terdapat pengungsi di tenda 24 KK dengan 81 jiwa.

"Semua bangunan rumah yang rusak akibat bencana alam itu akan diajukan untuk mendapatkan bantuan stimulan atau relokasi setelah hasil rekomendasi penelitian dan pengamatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)," kata Febby.

Editorial Team

Related Article