Bukan Bully, Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Akibat Tumor

- Polisi melibatkan enam ahli dari berbagai bidang untuk memastikan penyebab kematian siswa SMPN 19 secara ilmiah dan komprehensif.
- Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat tumor di bagian kepala yang memicu pendarahan dan penyumbatan cairan di otak.
- Pemeriksaan MRI di RS Fatmawati tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, menegaskan bahwa kematian bukan disebabkan oleh perundungan.
Tangerang Selatan, IDN Times - Kepolisian memastikan penyebab meninggalnya seorang siswa SMP Negeri (SMPN) 19 Kota Tangerang Selatan bukan akibat perundungan, melainkan karena tumor di bagian kepala. Kesimpulan ini diperoleh setelah rangkaian penyelidikan dan pemeriksaan medis yang melibatkan saksi serta sejumlah ahli.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, mengatakan penyelidikan dilakukan secara komprehensif dengan memeriksa berbagai pihak yang terkait langsung dengan korban.
“Empat saksi dari pihak sekolah, yaitu kepala sekolah dan guru. Lalu dua saksi dari pihak Rumah Sakit Fatmawati, lima saksi teman sekelas korban termasuk terduga pelaku, serta tiga saksi dari orangtua dan keluarga korban,” kata Victor, dikutip Jumat (2/12/2025).
1. Polisi libatkan 6 saksi ahli

Tak hanya saksi, polisi juga melibatkan enam orang ahli dari berbagai bidang untuk memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah.
“Alasan kami melibatkan banyak ahli karena kami ingin penyelidikan ini komprehensif, berbasis bukti ilmiah, sekaligus meluruskan penyebab kematian, rangkaian peristiwa di TKP, dan faktor medis lainnya,” ujar Victor.
Enam ahli yang dilibatkan antara lain dokter spesialis mata, dokter spesialis anak, dokter spesialis neurologi anak, dokter umum, dokter forensik, serta ahli pidana.
2. Ahli forensik sebut korban meninggal akibat tumor

Ahli forensik RSUD Kabupaten Tangerang, Liauw Djai Yen menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menyimpulkan korban meninggal dunia akibat tumor di bagian kepala yang memicu pendarahan dan penyumbatan cairan di otak.
“Dapat disimpulkan sebab kematian pasien adalah tumor di kepala. Tumor tersebut menimbulkan pendarahan yang menyumbat saluran cairan otak, menyebabkan gangguan pernapasan hingga akhirnya meninggal dunia,” jelas Liauw.
3. Hasil MRI ungkap tak ada kekerasan

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang dilakukan di RS Fatmawati, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
“Dari hasil MRI di RS Fatmawati, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” katanya.

















