Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri perayaan ibadah Paskah jemaat POUK Tesalonika Teluknaga (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Perihal adanya massa yang mendatangi rumah doa Yayasan POUK Tesalonik usai pelaksanaan ibadah Jumat Agung, Maesyal menyebut hal tersebut merupakan miskomunikasi antar kelompok masyarakat, bukan bentuk intoleransi beragama.
"Kabupaten Tangerang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Siapa pun dan di mana pun selama berada di wilayah Kabupaten Tangerang, kami akan hadir memberikan perlindungan tanpa membedakan kelompok atau latar belakang," jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah bersama TNI-Polri merupakan bentuk komitmen nyata untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Dalam suasana Idulfitri ini, kami bersama Forkopimda menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. Kami menyadari sebagai manusia tentu tidak luput dari khilaf, baik dalam sikap, ucapan, maupun pelayanan,” ujarnya.
Maesyal juga mempersilakan jemaat untuk memanfaatkan Aula Lama Kantor Kecamatan Teluknaga sebagai tempat ibadah sementara, dengan tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pihak terkait lainnya
“Silakan gunakan tempat ini untuk beribadah, baik ibadah rutin maupun perayaan hari besar seperti Paskah dan Natal, selama tidak ada kegiatan lain. Yang penting tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” imbuhnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan dan menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah.
“Jika ada hal yang perlu dirundingkan, mari kita bicarakan bersama. Kami terbuka dan siap mencarikan solusi terbaik. Mari kita jaga Kabupaten Tangerang tetap kondusif,” pesannya.