Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cegah Hantavirus, Penerbangan dari 4 Negara Ini Diawasi Ketat

Cegah Hantavirus, Penerbangan dari 4 Negara Ini Diawasi Ketat
Potret penumpang mancanegara di Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih

  • KKP Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan penumpang dari Amerika Serikat, Argentina, Paraguay, dan Panama untuk mencegah penyebaran hantavirus ke Indonesia.
  • Setiap penumpang internasional wajib isi deklarasi kesehatan dan melewati thermal scanner; jika bergejala, akan diperiksa dokter dan dirujuk ke rumah sakit infeksi melalui jalur evakuasi khusus.
  • Hingga kini belum ada penumpang terdeteksi hantavirus di Bandara Soetta, namun pengawasan tetap diperketat karena masa inkubasi virus bisa mencapai 42 hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan penumpang dari 4 negara yang diduga paling banyak kasus penyebaran hantavirus. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah sebaran dan penularan virus tersebut di Indonesia.

"Sampai dengan hari ini, menurut arahan dari kantor pusat itu adalah negara-negara Amerika Serikat, Argentina, Paraguay, dan Panama," ungkap Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, Senin (11/5/2026).

1. KKP kembali berlakukan thermal scanner dan perketat deklarasi sehat penumpang rute internasional

Ilustrasi penumpang mancanegara
Ilustrasi penumpang mancanegara di Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Naning mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai pengawasan ketat, salah satunya melalui isian deklarasi kesehatan di All Indonesia yang akan digunakan untuk mengetahui resiko penumpang yang datang ke Indonesia.

"Yang ke-2 begitu turun, itu ada pengamatan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual," ujarnya.

Lalu, saat ditemukan adanya penumpang yang bergejala, maka akan dilakukan langkah lebih lanjut seperti pendalaman pemeriksaan oleh dokter. Jika pemeriksaan tersebut mengarah ke hantavirus, maka akan dirujuk ke rumah sakit pusat infeksi untuk penanganan lebih lanjut.

"Di situ nanti akan bisa diisolasi atau dilakukan pemeriksaan laboratorium kami di bandara Soekarno Hatta ini mempunyai namanya jalur khusus evakuasi untuk penyakit menular," katanya.

2. Penumpang suspect terinfeksi akan dibawa dengan ambulans khusus penyakit menular

Naning menegaskan, saat dievakuasi, penumpang yang diduga terinfeksi tersebut akan dibawa menggunakan prosedur penyakit menular, termasuk ambulans yang digunakan pun khusus untuk penyakit menular.

"Kenapa demikian? Karena kalau ada penyakit menular yang diidentifikasi dan kemudian perlu lebih lanjut kalau melalui jalur biasa nanti khawatir menularkan pada orang lain," jelasnya.

Apalagi, jika pasien nantinya positif terinfeksi maka ada resiko dekontaminasi di ambulans tersebut sehingga virus, bakteri, maupun kuman yang berasal dari orang yang dibawa dalam ambulans bisa menularkan ke pasien lain.

"Karena proses steril ambulansnya nanti berbeda," kata Naning.

3. Belum ditemukan penumpang suspect hantavirus di Bandara Soetta

ilustrasi penyebaran hantavirus
ilustrasi penyebaran hantavirus (commons.wikimedia.org/Manu5)

Naning pun mengungkapkan, hingga kini, belum ditemukan adanya penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang diduga terinfeksi hantavirus. Meski begitu, pihaknya tetap memperketat pengawasan, apalagi masa inkubasi dari hantavirus cukup lama yakni 42 hari.

"Jadi, tidak seperti COVID-19, virus ini penularannya pun bukan dari droplets, tapi harus kontak sangat erat dengan pasien dan atau kontak dengan hewan pembawa seperti air seni tikus," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More