Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cerita Ketua RT Tentang OR, Korban Pemerkosaan 8 Pria di Tangerang

Cerita Ketua RT Tentang OR, Korban Pemerkosaan 8 Pria di Tangerang
Ilustrasi garis polisi. IDN Times/Muhamad Iqbal
Share Article

Tangerang Selatan, IDN Times - Kasus perkosaan almarhum OR (16) membuat geger publik Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, kasus ini semakin hari semakin membingungkan karena keterangan kepolisian yang beberapa kali berubah.

Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangsel, Kimin mengaku bingung dengan informasi yang polisi yang awalnya sempat mengisyaratkan bahwa korban OR menjual diri kepada para pelaku.

"Korban orangnya baik, perilaku nya baik, orang nya sangat hormat, gak ada latar belakang bandel anak baik, anaknya sopan," kata Kimin, Kamis (18/6).

Kimin mengatakan korban merupakan anak yang putus sekolah di tingkat SMP. Keseharian korban sendiri beberapa kali bekerja serabutan membantu orang-orang di wilayah RT nya.

"Setahu saya dia enggak (pernah keluar malem juga), selalu izin ke orangtua, gak masuk akal penjelasan polisi kalau seperti itu, soalnya anak nya baik," kata Kimin.

1. Saat ikut memediasi, Ketua RT mengaku tidak tahu kejadian sebenarnya

Ilustrasi pencabulan. (theyservebagelsinheaven.com)
Ilustrasi pencabulan. (theyservebagelsinheaven.com)

Diceritakan Kimin, dirinya sempat menjadi saksi perdamaian antara keluarga pelaku dengan keluarga korban pasca kejadian. Namun dia mengaku, saat itu dia tidak tahu pasti kejadian yang sebenarnya. Kimin hanya tahu bahwa pelaku pemerkosaan itu hanya satu.

"Sebabnya (mediasi) yang saya tahu itu pemerkosaan, jumlah (pelaku) saya gak tau. Pas tahunya, saya dipanggil sama kapolsek setelah berita heboh," kata Kimin.

Kimin mengatakan, dia kemudian baru tahu juga bahwa pelaku berjumlah banyak setelah korban meninggal dan berita mencuat ke media. Kimin mengaku sempat kesal karena banyak yang ditutupi dari kasus ini.

"Artinya kenapa sih disembunyikan kaya gini, pas meninggal kan saya dipanggil juga, RW, RT 01, RT 02, RT 03, ternyata di sana (pelaku) tujuh orang," kata Kimin.

2. Korban sempat terlihat depresi

Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mia Amalia)

Sebelum OR meninggal dan peristiwa terungkap, Kimin melihat keanehan pada diri korban. Hal itu terjadi pada sekitar 14 hari jelang hari raya Idulfitri. Dijelaskannya, korban terlihat seperti terkena gangguan jiwa dan depresi. Korban setiap hari linglung dan jalan-jalan di sekitar lingkungannya.

Kemudian pada beberapa hari jelang lebaran korban mulai mengalami sakit hingga harus dilarikan ke puskesmas. "Korban agak gangguan oleng gitu, terus main-main kemari, tiang aja ditabrak, dia lewat dia bilang gak sadar ada itu.  Kasihan," kata Kimin.

3. Polisi sudah bongkar makam OR untuk keperluan autopsi

Ilustrasi garis polisi. IDN Times/Muhamad Iqbal
Ilustrasi garis polisi. IDN Times/Muhamad Iqbal

Sebelumnya diberitakan, polisi sudah membongkar makam remaja asal Tangsel itu pada Rabu (17/6). Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim), Ajun Komisaris Pol Muharam Wibisono Adipradono mengatakan, pihaknya akan menunggu 14 hari hasil resmi dari tim forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati. 

Jasad akan diautopsi untuk memastikan apa penyebab pasti kematian korban OR remaja berusia 16 tahun asal Serpong Utara yang diperkosa di Cihuni tersebut.

Menurut Wibisono, di tubuh korban terdapat ada bekas persetubuhan yang ada di beberapa bagian tubuh korban. "Intinya sementara persetubuhan yang dilakukan para pelaku telah terjadi," ungkapnya di TPBU Tanjung Priang, Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Rabu (17/6).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Banten

See More

Viral, Sekcam Mauk Tangerang Terpergok Bermain PS Saat Jam Kerja

07 Jun 2026, 14:20 WIBNews