Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daging Sapi untuk MBG Dipastikan Aman dari Penyakit
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
  • Daging sapi impor untuk program Makan Bergizi Gratis dipastikan aman dari penyakit berbahaya seperti PMK dan LSD
  • Stok daging sapi untuk Ramadan dan Idul Fitri juga dipastikan aman, dengan 2.797 ekor sapi impor di feedloter PT TUM
  • Terdapat 470 ribu sapi impor di seluruh Indonesia, mayoritas berada di Pulau Jawa dan Sumatra, telah dilakukan vaksinasi dan pemeriksaan darah
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M Panggabean mengungkapkan, daging sapi impor untuk program Makan Bergizi Gratis dipastikan aman dari penyakit berbahaya, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Desease (LSD). 

"Program pemerintah untuk program makan bergizi yang salah satu sumber proteinnya adalah dari sapi. Nah kita pastikan sapi-sapi yang akan digunakan itu adalah sapi-sapi yang sehat," kata Sahat di feedloter PT TUM, Kabupaten Tangerang, Selasa (7/1/2025).

1. Stok daging sapi untuk Ramadan dan Idul Fitri juga aman

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Selain itu, stok daging sapi untuk Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, juga dipastikan aman. Pasalnya, awal tahun saja, di 1 feedloter terdapat 2.797 ekor sapi impor dari Australia yang tengah digemukkan.

"Selain mencukupi juga semuanya sehat, jadi kami tidak akan memberi makanan yang tidak sehat kepada masyarakat," kata Sahat.

2. Ada 470 ribu ekor sapi impor di seluruh Indonesia

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Untuk di seluruh Indonesia, terdapat 470 ribu sapi impor di seluruh Indonesia. Seluruhnya, telah berada di feedloter atau tempat penggemukan yang ada di seluruh Indonesia.

"Mayoritas berada di Pulau Jawa dan Sumatra," jelasnya.

3. Seluruh sapi impor divaksinasi dan dicek darah

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Sahat mengungkapkan, untuk memastikan sapi yang masuk ke Indonesia sehat, dilakukan vaksinasi di negara asalnya dan juga saat sudah berada di Indonesia. Vaksinasi tersebut dilakukan untuk memastikan sapi yang masuk ke Indonesia aman dari penyakit. 

"Kami juga sudah melihat langsung ke lokasi di Australia yang dikirim ke sini, sampai di sini kita pastikan semua sapi-sapi itu kita lakukan vaksinasi untuk penyakit PMK sama LSD," jelasnya.

Selain vaksinasi, sapi-sapi impor tersebut juga dilakukan pemeriksaan darah untuk kembali memastikan sapi bebas dari virus. Hal tersebut juga untuk mencegah adanya penyebaran penyakit dari luar ke Indonesia.

"Meskipun sehat juga tetap kami lakukan vaksinasi dan tadi juga kami juga ambil-ambil sampel darah. Nah ini vaksinasi ini bukan sampling tapi seluruh populasi se-Indonesia," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article