Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deretan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Banten
Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)

Serang, IDN Times - Kasus kekerasan terhadap anak baik kekerasan seksual hingga pembunuhan tengah marak terjadi di tengah masyarakat Banten. Para pelakunya pun beragam, mulai dari ojek online, pimpinan panti asuhan, ibu rumah tangga, pengangguran hingga guru agama.

Berikut deretan kasus kekerasan dalam beberapa pekan terakhir yang dihimpun IDN Times.

1. Pimpinan panti asuhan tersangka pelecehan anak panti asuhan

Dok. Pemkot Tangerang

Publik di Kota Tangerang bahkan Indonesia, tengah dihebohkan dengan kasus pelecehan anak-anak panti asuhan yang dilakukan pimpinan panti.

Atas kejadian itu, pimpinan panti asuhan Darussalam, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Tangerang Kota. Hal tersebut diungkapkan oleh Kanit PPA Polres Metro Tangerang Kota, AKP Rumyati.

"Dua yang sudah ditetapkan tersangka, pimpinan dan ustaz, satu orang terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran," katanya, Jumat (4/10/2024).

Polisi belum bersedia merilis nama atau inisial para tersangka dalam kasus tersebut. 

Ia mengungkapkan, panti asuhan tersebut saat ini telah dipasangi garis polisi agar tidak kembali beroperasi. 

"Saat ini sudah tidak ada aktivitas di lokasi," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, total terdapat 18 anak asuh yang ada di panti asuhan tersebut. Keseluruhannya, telah dievakuasi dari panti asuhan tersebut. 

"Sebanyak 12 anak dievakuasi ke Rumah Perlindungan Sosial Kota Tangerang, 4 anak di rumah relawan, dan 2 anak balita dititipkan di pondok pesantren," jelasnya.

Namun, Rumyati belum bisa memastikan berapa total korban anak asuh yang mengalami pelecehan. Pasalnya, saat ini penyidik masih mendalami dan meminta keterangan dari anak-anak yang tinggal di panti asuhan tersebut.

"Kalau sudah ada dugaan siapa saja yang menjadi korban, baru bisa dilakukan visum," tuturnya.

2. Anak SD diperkosa tunawisma di Serang

Ilustrasi kekerasan. (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara di Serang, seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang menjadi korban pemerkosaan oleh pria tunawisma. Gadis yang baru berumur 11 tahun itu diperkosa di sebuah rel kerata api di Lingkungan Panancangan, Cipocok Jaya Kota Serang.

Polisi sudah menangkap pelaku asal Medan berinisial FS (46), setelah keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Serang Kota.

Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Sofwan Hermanto mengatakan, kejadian tersebut bermula pada 22 September 2024 lalu, korban yang baru pulang dari sekolah pamit ke ibunya untuk mengumpulkan barang bekas di sekitaran Lingkungan Panancangan.

Sekira sekira pukul 18.30 WIB, korban beristirahat sambil duduk di depan minimarket tepat di samping Rumah Sakit Sari Asih. Tidak lama kemudian datang pria yang tidak dikenal, mengenakan kaos warna biru, lengan panjang menggunakan topi dan membawa tas gendong.

Pria itu mengajak korban mengobrol dan kemudian mengajaknya juga membeli makanan di minimarket tersebut, namun, tawaran itu ditolak korban.

"Kemudian dari rekaman CCTV terlihat pelaku masuk ke dalam Alfamart tidak membeli apa-apa hanya memutari ruangan di dalam sambil mengamati anak korban yang masih duduk di depan Alfa," kata Sofwan saat konferensi pers, Selasa (1/10/2024).

Setelah itu, FS keluar dari minimarket kembali menghampiri korban dan mengajak untuk ikut makan dengannya dan mengiming-imingi akan memberikan uang kepada korban.

Sambil menggenggam tangan korban, pelaku menyeberang jalan raya dari depan Rumah Sakit Sari Asih, kemudian berjalan menyusuri rel kereta api sambil mencari tampat yang sepi.

"Saat tiba di tempat sepi, pelaku malah menarik tangan dan mengangkat korban hingga terbanting ke tanah sampai jatuh terlentang di semak-semak pinggir rel kereta api," katanya.

Di lokasi yang jauh dari keramaian itu, anak yang masih duduk dibangku SD itu diperkosa oleh pelaku. Korban yang sempat melawan dan berteriak minta tolong, malah mendapat tindakan kekerasan fisik oleh pelaku. Korban dibekap mulutnya, sambil dicekik dan dipukul dibagian mata sambil

"Sambil mengancam 'kalau teriak saya bunuh kamu (kata-kata pelaku)'," kata Kapolres.

Setelah puas melampiaskan birahinya, pelaku mengancam akan membunuh korban jika berani menceritakan kejadian tersebut. Lalu bergegas pergi berlari meninggalkan korban dengan kondisi setengah telanjang.

"Setelah pelaku melarikan diri kemudian korban berlari menuju rumah namun belum berani menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya," katanya.

Kasus ini terungkap setelah korban mengeluh sakit saat buang air kecil dan menceritkan peristiwa yang dialami kepada orang tuanya.

Tak terima anaknya telah disetubuhi, kemudian keluarga korban melapor ke Unit PPA Polresta Serang Kota pada 24 September 2024. Berbekal laporan tersebut, petugas langsung bergegas memburu pelaku.

Dari rekaman CCTV minimarket unit PPA mendapatkan petunjuk ciri-ciri pelaku menggunakan kaos biru lengan panjang, memakai tutup kepala warna hitam dan membawa tas gendong. Hari kelima setalah kejadian, pada 27 September 2024 sekira pukul 20.34 WIB sebuah minimarket samping Mall Of Serang FS berhasil ditangkap.

"Pelaku sempat melakukan perlawanan saat diamankan oleh unit PPA, namun pelaku berhasil dibawa masuk kedalam mobil untuk selanjutnya dibawa ke mako Polresta," katanya.

Berdasarkan keterangan pelaku, tidak memiliki tempat tinggal tetap dan tidak memiliki pekerjaan atau tunawisma.

"Tempat tinggal pelaku berpindah-pindah dari terminal satu ke terminal yang lain dan baru seminggu di Kota Serang," katanya.

3. Pria berjaket ojol menculik dan melecehkan bocah di Tangsel

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di Kota Tangerang Selatan, Polisi menduga, korban pelecehan seksual oleh DG (32), ada 3 anak perempuan berusia 9 tahun, yakni NA, S, dan B. Dari hasil pemeriksaan, DG mencabuli anak-anak ini di waktu berbeda. 

"Tersangka ini melakukan tindak pencabulan pada tiga anak di bawah umur. Korban siswa sekolah dasar," kata Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Rizkyadi Saputro pada Jumat (4/10/2024). Sebelumnya, DG ditangkap pada akhir September lalu dan langsung ditahan polisi.

Rizkyadi memaparkan, korban pertama inisial S, diculik pada Agustus 2024. Korban diturunkan pada 11.30 WIB dekat rumah ibadah di kawasan Ciputat, dan diberikan uang Rp10 ribu untuk naik ojek.

Kemudian, di bulan yang sama, hal itu terjadi pada korban inisial B, yang diturunkan di jalan raya kawasan Ciputat pada 21.00 WIB, dengan lokasi 200 meter dari rumah korban dan diberikan uang Rp4 ribu.

"Kasus ketiga pada bulan September korban inisial A (NA), yang diturunkan dekat sekolah menengah atas dengan jarak 100 meter dari rumah anak korban pukul 20.15 WIB," ujarnya.

4. Guru mengaji diduga melecehkan muridnya di Ciputat, Tangsel

Ilustrasi belajar mengaji (Pixabay.com/SyauqiFillah)

Masih di Tangerang Selatan, pengajar agama atau guru ngaji di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan melakukan pelecehan seksual delapan muridnya di bawah umur.

Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alvino Cahyadi, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan kasus tersebut. "Sudah (menerima Laporan)," kata Alvino, Senin (30/9/2024).

Alvino mengatakan, pihak korban telah membuat laporan polisi (LP), Minggu (29/9/2024) kemarin.

"Sudah membuat LP pihak korban, kemarin pada Minggu 29 September 2024," ungkapnya.

5. Anak 5 tahun dibunuh ibu-ibu di Cilegon, pelaku terancam pasal berlapis

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Hardi Meidikson mengatakan, lima tersangka penculikan dan pembunuhan bocah inisial APH (5), dikenakan pasal berlapis hingga pembunuhan berencana.

Sebelumnya, APH ditemukan tewas dengan wajah dililit lakban di Lebak.

Jeratan pembunuhan berencana diberikan kepada lima tersangka setelah polisi menemukan fakta baru atas kasus tersebut. Kelima tersangka tersebut adalah SA (38), RH (38), PN (23), EM (26), dan UJ (30).

"Kami pemeriksa para tersangka, muncullah fakta baru sehingga kami gelarkan kembali," kata Hardi, Kamis (26/9/2024).

Kasus ini sendiri membuat gempar masyarakat Indonesia, di mana korban sendiri sempat dilaporkan hilang dan dua hari setelahnya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi memilukan. Para pelaku merupakan ibu rumah tangga, Polisi menyebut motif pembunuhan ini akibat utang-piutang antara otak pelaku dan ibu korban.

Laporkan!

Ilustrasi Telepon (pixabay.com/Alexas_Fotos)

Jika kamu melihat atau mengetahui ada indikasi kekerasan dan eksploitasi yang dialami anak-anak, jangan diam dan laporkan!

Berikut salah satu lembaga yang bisa kamu hubungi:

1. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten

Komplek  Griya Gilang Sakti, Blok B3, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten

HP: 085211559388

2. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Alamat:
Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia

Telepon: (+62) 021-319 015 56

Whatsapp: 0821-3677-2273

Fax: (+62) 021-390 0833

Email: pengaduan@kpai.go.id

3. Kantor Polisi terdekat

Editorial Team

Related Article