Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Disebut Bakal Tersangka Usai Pilpres, Anies: Gak Perlu Ditanggapi

Disebut Bakal Tersangka Usai Pilpres, Anies: Gak Perlu Ditanggapi
IDN Times/Khaerul Anwar
Share Article

Serang, IDN Times - Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan menanggapi video Fahri Hamzah yang menyebut dirinya akan menjadi tersangka, usai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. 

"Gak perlu ditanggapi (pernyataan Fahri Hamzah)," kata Anies di Serang, Selasa (30/1/2024).

1. Anies dinilai kerap mengkritik food estate

IDN Times/Khaerul Anwar
IDN Times/Khaerul Anwar

Pernyataan Fahri itu menjadi viral. Dalam video itu, Fahri menyebut, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bakal ditetapkan sebagai tersangka lantaran kerap mengkritik food estate. Padahal kata Fahri, hingga saat ini belum ada fakta kegagalan food estate yang ramai jadi sorotan.

"Yang tersangka setelah Pilpres ini namanya Anies Baswedan dan Muhaimin," kata Fahri seperti dikutip dari akun Tiktok @ompunet pada Selasa, (30/1/2024).

2. Anies memilih bicara nasib masyarakat yang tengah sulit

Anies Baswedan, saat berkunjung ke pasar Angsoduo, Kota Jambi Kamis (14/12/2023). Anies memilih berdialog dengan pedagang saat kampanye di Jambi. (Dedy Nurdin/ IDN Times)
Anies Baswedan, saat berkunjung ke pasar Angsoduo, Kota Jambi Kamis (14/12/2023). Anies memilih berdialog dengan pedagang saat kampanye di Jambi. (Dedy Nurdin/ IDN Times)

Anies malah, memilih untuk membicarakan permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat soal harga bahan pokok yang mahal, sulitnya ketersediaan lapangan kerja hingga masyarakat kekurangan tanah garapan.

"Sementara ada yang punya tanah luar biasa besar, rakyat untuk dapat perlindungan, rakyat untuk dapat kebutuhan hidup, itu yang lebih penting dikomentari," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Khaerul Anwar
Ita Lismawati F Malau
Khaerul Anwar
EditorKhaerul Anwar

Latest News Banten

See More

Kemenekraf Minta Anak Muda Belajar Teknologi Helikopter Elektrik

27 Jun 2026, 14:50 WIBNews