DLH Bantah Sungai Ciujung Menghitam, Tapi Akui Kualitas Air Menurun

- DLH Banten membantah isu air Sungai Ciujung menghitam dan berbau, setelah timnya melakukan pengecekan langsung tanpa menemukan kondisi seperti yang viral di media sosial.
- Hasil pemantauan dua tahun terakhir menunjukkan nilai COD dan BOD Sungai Ciujung melampaui baku mutu, menandakan penurunan kualitas air terutama saat musim kemarau.
- Pencemaran sungai disebut berasal dari berbagai sumber seperti limbah domestik, aktivitas UMKM, hingga pembuangan ilegal industri, sehingga penanganannya perlu kolaborasi lintas pihak.
Serang, IDN Times – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten membantah klaim bahwa air Sungai Ciujung di Kampung Jongjing, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, menghitam dan mengeluarkan bau menyengat seperti yang beredar di media sosial.
Meski demikian, DLH mengakui hasil pemantauan selama dua tahun terakhir menunjukkan nilai chemical oxygen demand (COD) dan biological oxygen demand (BOD) Sungai Ciujung memang telah melampaui baku mutu.
1. Wawan sebut saat pengambilan sampel tak temukan air menghitam
Kepala DLH Banten, Wawan Gunawan, mengatakan timnya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Selasa (23/6/2026). Menurutnya, saat pengambilan sampel air di tengah sungai, petugas tidak menemukan kondisi air menghitam seperti yang ramai diperbincangkan.
"Hitamnya di mana? Kalau ngambil dari drone orang lain pakai drone pasti hitam semua, laut juga," kata Wawan, Senin (29/6/2026).
2. DLH Banten akui tiap tahun kualitas air Ciujung memburuk

Meski begitu, Wawan menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan kondisi kualitas air Sungai Ciujung saat ini karena hasil uji laboratorium terhadap sampel yang telah diambil masih dalam proses. Pemeriksaan parameter COD dan BOD diperkirakan baru selesai dalam waktu sekitar 14 hari kerja.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan pada 2024 dan 2025, nilai COD dan BOD Sungai Ciujung memang secara konsisten melampaui baku mutu, terutama saat musim kemarau.
"Kalau hasil lab tahun 2024 dan 2025 COD dan BOD-nya itu dari tiap tahun memang sudah melebihi baku mutu. Perusahaan-perusahaan nakal pembuangan limbahnya malam, kita juga ada beberapa perusahaan yang kita sanksi. Tiap tahun rutin kalau musim panas begitu," ujarnya.
3. Penyebab pencemaran sungai Ciujung
Namun, menurut Wawan, tingginya nilai COD dan BOD tidak serta-merta disebabkan oleh limbah industri. Ia menyebut pencemaran Sungai Ciujung dipengaruhi berbagai sumber, mulai dari limbah domestik, aktivitas UMKM, hingga perusahaan yang membuang limbah secara ilegal.
Karena itu, ia menilai penanganan persoalan Sungai Ciujung tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor industri maupun DLH semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola sungai, dan pemerintah pusat.
"Kalau COD BOD itu kan dari MCK, domestik dari masyarakat, UMKM yang jualan, usaha minyak ke drainase terus aliran ke sungai berminyak bagaimana kan," katanya.

















