Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Efisiensi Anggaran, Pemkot Tangerang Akan Berhemat Rp200 Miliar
Dok. Pemkot Tangerang Selatan
  • Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie siap memangkas anggaran belanja sekitar 40 persen sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
  • Pemotongan anggaran akan dilakukan pada program dan kegiatan non-infrastruktur, sementara program Makan Bergizi Gratis tetap dilaksanakan.
  • Benyamin akan membangun disiplin para OPD dalam kebijakan efisiensi, contohnya dengan membatasi jumlah orang dalam perjalanan dinas luar daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie menyatakan, siap mengikuti Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD. Pemangkasan anggaran belanja diperkirakan sekitar 40 persen.

"Sekitar Rp200 miliar. Itu belum total semuanya ya karena belum dihitung," kata Benyamin pada Kamis (6/2/2025).

1. Efisiensi dilakukan pada program noninfrastruktur

Ilustrasi banjir (IDN Times/Lia Hutasoit)

Benyamin mengatakan, efisiensi anggaran diputuskan pada program dan kegiatan noninfrastruktur. Namun pihaknya masih menunggu surat edaran dari kementerian dalam negeri terkait teknis efisiensi anggaran.

"Atau juga bisa disimpan untuk belanja tidak terduga, guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi dan lainnya," katanya.

2. Benyamin mendukung program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Meninjau Program MBG di TK-SD Pulo Gadung (dok. Sekretariat Presiden)

Benyamin memastikan, Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tersebut tidak berdampak terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini akan tetap dilaksanakan.

"Saya juga tidak memotong dana infrastruktur. Jadi yang diefisienkan itu non-infrastruktur, seperti belanja-belanja nonfisik," kata dia.

3. Salah satu yang akan efisiensi adalah perjalanan dinas luar daerah

Benyamin menjelaskan, pihaknya pun akan membangun disiplin para organisasi perangkat daerah (OPD) dalam kebijakan efisiensi itu. Benyamin memberi contoh terkait perjalanan dinas luar daerah, yang berangkat hanya berkepentingan saja.

"Contohnya kalau perjalanan ke luar daerah biasanya 10 orang, nanti jadi 4-5 orang. Kemudian seremonial sudah tidak ada lagi. Kalau itu yang menggunakan sumber APBD," ungkapnya.

Diketahui, APBD 2025 di Kota Tangsel jumlahnya mencapai Rp 4,8 triliun. Angka tersebut naik sekitar 1,57 persen dibandingkan tahun anggaran sebelumnya.

Editorial Team

Related Article