Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga MinyaKita Tinggi, Airlangga: Kami Akan Periksa Suplai
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
  • Harga minyak naik signifikan di Tangerang, mencapai Rp18 ribu per liter dari HET Rp15.700.
  • Kepala BPN menyebut harga telur ideal di angka Rp28-30 ribu per kilogram, untuk menjaga stabilitas harga dan keuntungan peternak.
  • Pihak terkait melakukan operasi pasar dan program diskon hingga 50% untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Harga MinyaKita di beberapa wilayah, termasuk di Tangerang, meningkat signifikan. Di pasaran, minyak itu ada di harga Rp18 ribu per liter dari harga HET Rp15.700.

Harga tersebut, hampir mendekati harga minyak kemasan premium, padahal tujuan MinyaKita diproduksi untuk menekan harga minyak sawit kemasan di pasaran. 

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya bakal mengecek suplai minyak.

"Tentu nanti kami lihat situasi suplai minyak, tapi tadi kami lihat harga minyak premium sudah dekat dengan MinyaKita," ungkap Airlangga di saat peresmian Friday Mubarak di Hypermart Puri, Jumat (28/2/2025). 

1. Kepala Badan Pangan sebut harga telur Rp30 ribu ideal

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi juga menanggapi perihal harga telur yang juga melonjak jelang Bulan Suci Ramadan, yakni Rp30 ribu dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogramnya.

"Untuk telur saat ini di harga Rp28-30ribu rupiah dan itu kondisi ideal," kata Arief.

Arief mengungkapkan, jika harga telur terlalu murah, bisa merugikan peternak. Pasalnya, stabilitas harga harus dijaga dari hulu hingga hilir.

"Karena kalau terlalu murah, kata peternaknya nanti akan bangkrut semua. Perintahnya Pak Presiden itu tidak boleh peternak rugi, tapi masyarakat luas juga diberi harga yang baik," ungkapnya.

2. Pemerintah juga lakukan operasi pasar di pasar tradisional

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Untuk menjaga kestabilan harga pangan, pihaknya, kata Arief, juga telah melakukan operasi pasar di pasar tradisional serta beberapa program lain yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga daya beli masyarakat. 

"Untuk mengatasi (kenaikan) itu, di pasar tradisional kami lakukan operasi pasar, gerakan pangan murah, dan kalau di swalayannya adanya diskon sampai dengan 50 persen," ungkapnya.

3. Pasar murah dan diskon di mana-mana, bagaimana pasar biasa?

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Diketahui, berbagai program diskon menjelang Ramadan juga dilakukan oleh peritel di seluruh Indonesia di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) melalui program Friday Mubarak. Namun, Arief memastikan banyaknya program tidak akan membuat saling 'memakan' pasar antara ritel dan tradisional.

"Meski seluruhnya yang difokuskan pangan strategis, namun jangan takut ini akan mengambil pasar, karena sama-sama punya market yang berbeda," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article