Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Cara Pilih Hewan Kurban yang Bebas PMK, Jangan Salah ya
IDN Times/Khaerul Anwar

Serang, IDN Times - Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) makin meluas, menjelang hari raya Iduladha. Hal ini membuat sebagian warga khawatir memilih hewan ternak baik sapi maupun kambing untuk dijadikan hewan kurban.

Meski PMK dipastikan tidak berisiko terhadap kesehatan manusia, tapi masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan saat membeli hewan ternak.

Lantas, bagaimana tips memilih hewan ternak yang bebas dari PMK? Simak nih ciri-cirinya.

1. Ini ciri-ciri fisik hewan yang terindikasi PMK

IDN Times/Khaerul Anwar

Medik Veteriner Dinas Pertanian Kota Serang Ratna Suryaningrum mengimbau masyarakat agar cerdas saat membeli hewan kurban. Dia menjabarkan ciri-ciri fisik hewan ternak yang terindikasi PMK, yakni terdapat luka seperti sariawan di bagian moncong, lidah, serta bagian antara kuku dan kulit.

"Minta tolong ke pedagang untuk membuka mulutnya lidahnya bagaimana apakah ada luka-luka, biasanya banyak. Kemudian ngacai dan berbusa (pada mulut). Di perbatasan kuku kulit, kalau PMK, ada luka-luka," kata Ratna saat memeriksa sejumlah lapak hewan ternak di Kota Serang, Senin (4/7/2022).

2. Cari pedagang besar yang bersedia memberi garansi kalau sakit

IDN Times/Khaerul Anwar

Ratna juga memberi tips memilih tempat membeli hewan kurban. Dia menyarankan agar pembeli membeli hewan kurban di tempat pedagang besar.

Carilah pedagang yang bersedia memberi jaminan atau garansi terhadap hewan kurban yang dijualnya. "Sehingga jika ternak yang dibeli menunjukkan gejala sakit, ada jaminan penggantian dengan ternak lain," katanya.

3. Di Kota Serang masih nol kasus PMK, tapi ada suspek

IDN Times/Khaerul Anwar

Kendati demikian, disampaikan Ratna berdasarkan hasil monitoring menjelang hari raya kurban, belum ada hewan ternak yang dinyatakan positif atau masih nol PMK di Kota Serang. Padahal, kasus PMK di Provinsi Banten sudah mencapai 1.643 kasus.

"Hanya ada kasus suspek PMK pada Jumat lalu, ada 6 hewan. Sudah diambil sampel untuk diuji hasilnya belum, mudah-mudahan seminggu keluar," katanya.

Editorial Team

Related Article