Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jurnalis Korban Penculikan: Terbukti Penyiksaan Rakyat Palestina!

Jurnalis Korban Penculikan: Terbukti Penyiksaan Rakyat Palestina!
Thoudy Badai, jurnalis Republika yang diculik Israel tiba di Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Para jurnalis Indonesia korban penculikan tentara Israel mengungkapkan pengalaman penyiksaan yang mereka alami, memperkuat bukti pelanggaran kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.
  • Jurnalis iNews Rahendro Herubuwo menceritakan dirinya disiksa secara brutal oleh tentara Israel, termasuk dipukul, diinjak, dan disetrum di bilik khusus eksekusi.
  • Duta Besar Palestina Abdulfattah A.K. Al-Sattari menyampaikan terima kasih kepada sembilan WNI peserta misi Global Sumud Flotilla atas dukungan besar bagi perjuangan rakyat Gaza.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tangerang, IDN Times - Para jurnalis yang menjadi korban penculikan tentara Israel saat mengikuti konvoi aktivis Global Sumud Flotilla mengungkapkan pengalaman yang dialaminya semakin memperjelas pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan tentara Israel kepada rakyat Palestina. Hal tersebut, malah membuktikan penyiksaan yang dialami rakyat Palestina. Seperti yang dikatakan Thoudy Badai, jurnalis Republika.

"Apa yang saya alami ini bukan cerita tentang saya, cerita teman-teman yang lain, tetapi apa yang saya alami adalah situasi yang sebenarnya terjadi," kata Thoudy saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).

1. Ia saksikan dan alami sendiri penyiksaan lebih parah dilakukan ke rakyat Palestina

Thoudy Badai, jurnalis Republika yang diculik Israel tiba di Indonesia
Thoudy Badai, jurnalis Republika yang diculik Israel tiba di Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sebagai seorang Jurnalis, kata Thoudy, dirinya seperti diberi cerita nyata atas apa yang selama ini dialami oleh rakyat Palestina. Bahkan, Thoudy semakin bisa memberikan pemberitaan yang sesuai fakta di lapangan.

"Ini membuktikan bahwa penyiksaan yang dialami rakyat Palestina oleh tentara Israel benar adanya. Saya harap suara-suara Palestina tidak pernah meredup, api kemanusiaan itu tidak pernah padam," ungkapnya.

2. Tentara Israel punya bilik khusus eksekusi

Rahendro Herubuwo atau Heru jurnalis iNews korban penculikan tentara Israel
Rahendro Herubuwo atau Heru jurnalis iNews korban penculikan tentara Israel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Rahendro Herubuwo atau Heru, jurnalis iNews, mengungkapkan dirinya menjadi salah satu korban penculikan yang mengalami penyiksaan paling parah oleh tentara Israel. Ia menceritakan sempat mengalami dipukul, diinjak, hingga disetrum oleh tentara Israel.

"Bahkan, mereka punya bilik khusus eksekusi, jadi setiap akan dipindahkan dimasukkan ke bilik dan disiksa, saya sempat jatuh itu diinjak dan disetrum di bagian punggung," kata Heru.

3. Duta Besar Palestina ucapkan terima kasih atas perjuangan para aktivis

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya terhadap 9 WNI yang turut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

"Saya sangat senang bisa berada di sini bersama saudara-saudari saya sekalian, dan saya ingin menyampaikan kepada kalian semua kalian adalah pahlawan," ujarnya yang disambut takbir para pendukung.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas misi kemanusiaan yang melibatkan WNI tersebut untuk masyarakat Gaza. Dukungan besar masyarakat Indonesia untuk Gaza Palestina sangatlah berarti.

"Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, pemerintah, serta seluruh rakyat Indonesia. Dan saya sangat mengapresiasi serta berterima kasih kepada kalian semua atas penderitaan kalian selama tiga atau empat hari di sini," katanya.

Dia mengaku berasal dari Gaza. Gaza adalah tanah kelahirannya dan juga menghabiskan masanya di sana sebelum ditugaskan sebagai duta besar.

Meski saat ini negaranya masih berjuang untuk mendapatkan kebebasan atas haknya di negara sendiri, dia percaya, suatu hari nanti Palestina akan mendapatkan kemerdekaan tersebut.

"Kami percaya bahwa negara saya suatu hari nanti akan merdeka. ​Terima kasih banyak atas dukungan besar kepada rakyat Palestina, dan insya-Allah Palestina akan merdeka, dan Gaza akan merdeka, biidznillah azza wa jalla. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutupnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Banten

See More