Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kerja Sama Pembuangan Sampah Tangsel di Lebak Tertunda, Kenapa?
Ilustrasi pengumpulan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Dok. IDN Times/Save the Children Indonesia)
  • Pemkab Lebak menunda kerja sama persampahan dengan Pemkot Tangsel hingga akhir 2023.
  • Sampah dari Tangsel akan dibuang ke Lebak untuk diolah, namun Lebak belum siap mengolah 500 ton sampah per hari.
  • Kerja sama persampahan dengan daerah lain bisa dilakukan jika sarana dan prasarana pengolahan sudah tersedia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dipastikan menunda kerja sama persampahan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Pada akhir tahun 2023, kedua daerah menjajaki kerja sama terkait masalah persampahan.

Dengan kerja sama tersebut, sampah dari Tangerang Selatan akan akan dibuang ke Kabupaten Lebak untuk kemudian diolah.

1. Rencananya, dengan kerja sama tersebut, Lebak akan menampung sampah Tangsel 500 ton sehari

Ilustrasi tempat pembuangan sampah. (Dok.IDN Times)

Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Budi Santoso mengatakan, penundaan kerja sama lantaran pihaknya belum siap untuk mengolah sampah kiriman dari Tangsel yang diperkirakan mencapai 500 ton per harinya.

“Kami belum memiliki pengolahan sampah, dan ditambah juga area TPA (tempat pembuangan akhir) kami kan terbatas,” kata Budi, Kamis (12/9/2024).

2. Sarana prasarana pengolahan sampah Lebak belum siap

Budi menjelaskan, kerja sama terkait persampahan dengan daerah lain memungkinkan dilakukan apabila sarana dan prasarana pengolahan sudah tersedia.

“Mesin itu kan misalnya per hari kapasitasnya membutuhkan 200 ton, sampah yang dihasilkan dari Lebak misal 100 ton, kami bisa ambil 100 ton nya dari luar. Jadi tidak menambah beban TPA,” kata Budi.

Editorial Team

Related Article