IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
Sementara saat ini, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta untuk proses pencocokan DNA. Pasalnya, pihak kepolisian masih perlu data forensik untuk dua bagian tubuh terpisah.
"Karena bagian tubuh yang terpisah di dua lokasi yang beda, dari kami keluarga kami masih tunggu hasil DNA dari tubuh masing masing untuk pencocokan," kata Santoso.
Adanya hal ini, pihak keluarga berharap proses pencocokan segera selesai, agar jenazah korban dapat segera dimakamkan. "Kami sudah siapkan tempat di Pemakaman Mede," ujarnya.
Sementara itu, adik ipar korban, Zulfikri mengatakan, pihak kepolisian telah mengambil beberapa barang milik korban dari rumah orang tua di Curug, Kabupaten Tangerang.
"Polisi sudah ambil beberapa barang milik korban, untuk kelengkapan pemeriksaan, yang saya tahu, kosmetik," ungkapnya.
Sebelumnya, jasad SH ditemukan pada 29 Oktober dengan kondisi mengenaskan, tanpa kepala. Tubuhnya terbungkus dalam karung besar dan ditemukan mengapung di sebuah danau di Muara Baru, Jakut.