Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korban Pergerakan Tanah di Lebak Kini Dihantui Musim Penghujan
Rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Jampang Jembatan, Lebak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Lebak, IDN Times - Masyarakat Cimarga, Kabupaten Lebak, penyintas bencana pergerakan tanah kini harus mewaspadai hujan deras disertai angin kencang dan petir, kala sebagian bangunan rumahnya mengalami kerusakan.

"Sekarang, masyarakat di sini sangat ketakutan rumah ambruk, menyusul curah hujan tinggi, terlebih pada malam hari," kata Anda, 45 tahun, warga Desa Sidomanik, Cimarga dikutip kantor berita ANTARA, Rabu (31/1/2024).

1. Hujan bisa memicu pergerakan tanah

Ilustrasi rumah rusak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Diketahui, masyarakat yang menjadi korban pergerakan tanah tercatat 41 rumah dan berlangsung selama tiga tahun terakhir ini belum dilakukan relokasi ke tempat yang lebih aman.

Saat ini, kata dia, curah hujan cukup tinggi dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir. Karena itu ia bersama warga lainnya meningkatkan kewaspadaan, sebab khawatir ada pergerakan tanah yang menyebabkan rumah roboh.

"Kami Selasa (30/1/2024) malam mendengar suara krek.. krek, langsung berhamburan ke luar rumah," kata Anda yang menempati rumah bersama istri dan tiga anak itu.

2. Warga terpaksa keluar rumah saat hujan

Rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Jampang Jembatan, Lebak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Warga lain bernama Mimi, 60 tahun, mengaku jika curah hujan meningkat dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terpaksa keluar rumah guna menghindari bencana.

Apalagi kondisi rumah miliknya yang dihuni oleh enam orang itu, retak-retak dan bagian atapnya sudah rapuh akibat terdampak pergerakan tanah.

3. Sisa 41 rumah warga korban pergerakan tanah belum diperbaiki

Rumah rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Jampang Jembatan, Lebak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

"Selama ini curah hujan tinggi dan bisa berlangsung antara dua sampai empat jam, bahkan intensitas lebat disertai angin kencang," katanya.

Masyarakat terdampak pergerakan tanah di Kampung Jampang Cikuning, Kecamatan Cimarga, yang masih tinggal di lokasi tersebut mencapai 41 rumah. Sedangkan 74 rumah sudah dilakukan relokasi ke tempat yang lebih aman.

"Kami sudah menawarkan pada warga yang memiliki 41 rumah itu untuk direlokasi, namun jawabnya menolak dengan alasan lokasinya berjauhan," kata Febby. 

Editorial Team

Related Article