Rumah di Lebak Ambles Usai Pergerakan Tanah, Warga: Takut Roboh

Lebak, IDN Times - Rumah warga Kampung Jampang Jembatan Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, ambles setelah ada pergerakan tanah di sana. Warga pun khawatir rumah mereka akan roboh.
Dikutip dari Antara, Minggu (28/1/2024), rumah di wilayah ini ambles sekitar 60 centimeter (cm).
"Kami sangat ketakutan jika hujan lebat disertai angin kencang dan petir selama beberapa hari terakhir ini, khawatir roboh," kata Anda Suhanda (45), warga Jampang Jembatan RT01/09 Desa Sidomanik Kecamatan Cimarga.
1. Rumah Suhanda sudah rusak dan ambles sejak 3 tahun lalu

Lebih lanjut Suhanda menjelaskan, rumahnya retak-retak dan ambles sejak tiga tahun lalu. Dia ingin membangun rumah di wilayah lain, yang aman dari pergerakan tanah, namun belum punya uang.
Karena itu, dia dan keluarga terpaksa menempati rumah yang ambles itu. Hal serupa juga dialami tetangga Suhanda.
Sebetulnya, kata dia, jumlah rumah yang terdampak pergerakan tanah sebanyak 73 unit, namun tercatat 41 unit rumah hingga kini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
2. Warga berharap ada bantuan dari pemerintah

Suhanda dan warga di Kampung Jampang Jembatan Kecamatan Cimarga pun berharap ada bantuan dari pemerintah. "Untuk kembali membangun rumah di lokasi lainnya yang aman dari bencana alam itu," kata dia.
Hal senada juga disampaikan Sana (55), warga lain yang memiliki rumah rusak akibat pergerakan tanah. Namun, dia mengaku kecewa karena tak kunjung mendapatkan bantuan dana pembangunan dari pemerintah daerah.
Padahal, dia sudah membuat kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sesuai permintaan pemerintah daerah setempat. "Kami terpaksa membangun rumah dengan biaya sendiri, karena bantuan yang ditunggu tidak ada," kata Sana.
3. Korban bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cimarga sebanyak 51 KK dan di Cikulur 48 KK

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengaku, pemerintah daerah hingga kini terus mengajukan pembangunan rumah hunian tetap bagi yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cimarga dan Cikulur.
Tercatat korban bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cimarga sebanyak 51 KK dan di Cikulur 48 KK.
Selain itu juga ada korban bencana banjir bandang di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, dan Curugbitung pada awal 2020 yang berharap mendapat bantuan hunian tetap untuk 378 keluarga.
"Semua warga korban bencana alam itu ingin direlokasi ke tempat yang lebih aman," katanya.



















