Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korban Tanah Bergerak di Lebak Mengungsi Secara Terpusat
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
  • 23 kepala keluarga di desa Panyaungan mengungsi akibat bencana pergerakan tanah.
  • Intensitas hujan tinggi merusak rumah dan infrastruktur, memutus beberapa jalan di Lebak.
  • Kabupaten Lebak memiliki risiko banjir dan longsor, dengan 14 kecamatan rawan banjir dan 16 kecamatan rawan longsor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengataan, 23 kepala keluarga (KK) di desa Panyaungan, Kecamatan Cihara harus mengungsi akibat bencana pergerakan tanah.

Para warga korban bencana tersebut, lanjut Febby, mengungsi secara terpusat di satu posko bencana.

1. Bencana hidrometeorologi juga merusak sejumlah infrastruktur

Jalan longsor di Lebak (Dok.IDN Times/BPBD Lebak)

Selain merusak rumah, kata Febby, rentetan bencana hidrometeorologi dipicu intensitas hujan tinggi menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak, bahkan beberapa jalan terputus menyebabkan warga harus memutar dengan jarak yang jauh untuk menghindari titik bencana tersebut.

"Kalau infrastruktur jalan itu banyak ya. Tidak hanya di Bayah saja, ada di Bayah, kemudian di Cirinten, kemudian juga ada yang di Cilograng. Memang terbagi ada jalan desa, ada jalan kabupaten, ada jalan provinsi," kata Febby, Selasa (10/12/2024).

2. Hampir seluruh wilayah Lebak rawan bencana

Ilustrasi bencana ( ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Febby mengatakan, pihaknya sebetulnya sudah diberikan peringatan akan potensi bencana hidrometeorologi oleh Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan datangnya musim hujan disertai bibit siklon tropis.

Kemudian, lanjutnya, hasil dari pemetaan oleh BNPB dimana Kabupaten Lebak ini memang memiliki risiko terhadap banjir dan longsor. Dengan rincian 14 kecamatan rawan banjir dan 16 kecamatan rawan longsor.

"Sehingga ya total kami dari 28 kecamatan jadi hampir separuh wilayah Kabupaten Lebak ini memang rawan bencana," kata dia.

3. BPBD Lebak fokus upaya penanganan

Ilustrasi bencana ( ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

Adapun upaya yang dilakukan, lanjut Febby, pihaknya kini tengah fokus pada penanganan bencana.

"Kalau secara umum, karena kami masih dalam fase penanganan darurat," kata Febby. Pada fase ini, tim melaksanakan evakuasi korban bencana, termasuk banjir, dengan peralatan evakuasi yang ada, seperti perahu karet.

Selain itu, petugas juga mendistribusi bantuan logistik untuk banjir, sambil mendata warga yang terdampak. 

Febby menyebut, kendala yang kerap ia hadapi dalam upaya penangan salah satunya akses ke lokasi yang sangat sulit. Sebab, menurutnya kondisi geografi dan geologi Kabupaten Lebak itu sendiri berada di wilayah yang rawan bencana dan beberapa wilayah masih sulit diakses.

Editorial Team

Related Article