Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Medsos Alat Propaganda Perlawanan Mahasiswa
Demontrasi mahasiswa di depan gedung DPRD Provinsi Kalsel.

Serang, IDN Times - Demonstrasi atau aksi protes di jalanan masih menjadi alat mahasiswa melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada masyarakat. Kendati demikian, alat suara kritis mahasiswa mulai bergeser seiring dengan kemajuan teknologi.

Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Serang, Dadang mengatakan, media sosial memiliki daya tarik dan dampak signifikan dalam pergerakan mahasiswa.

"Contohnya seperti peringatan darurat yang masif di media sosial, yang pada akhirnya menggabungkan semua elemen baik dari mahasiswa ataupun masyarakat lainnya," kata Dadang saat dikonfirmasi, Jumat (25/10/2024).

1. Medsos kerap jadi alat propaganda perlawanan

Mahasiswa menyatukan pendapat.

Meski begitu, Dadang menyampaikan aksi massa tetap menjadi satu bentuk perlawanan dalam menyampaikan persoalan-persoalan. Media sosial, hanya menjadi alat propaganda untuk lebih memasifkan isu-isu dan mempropagandakan segala bentuk persoalan.

"Karena kita sadar untuk menyampaikan suatu kebenaran tak cukup hanya dengan satu kali tindakan," katanya.

Idealisme atau penyadaran publik yang kerap digaungkan tidak terlalu jauh berbeda dengan masa lalu, yakni terkait jalannya pemerintahan yang sesuai dengan norma dan etika.

"Maka tak heran jika aksi kawal putusna MK begitu cepat direspon oleh mahasiswa saat ini (Gen Z)," katanya.

2. Kesadaran mahasiswa terhadap isu masyarakat mulai terkikis

Mahasiswa duduk bersama Anggota DPRD Provinsi Kalsel

Kendati demikian, kesadaran akan keresahan yang mungkin hari ini mulai terkikis sedikit demi sedikit untuk merespon permasalahan-permasalahan kerakyatan. Hal ini terjadi diberbagai daerah termasuk di Banten.

Oleh karena itu, kata dia, maka nalar dan intelektual harus dibangkitkan kembali melalui komunikasi dan diskusi.

"Problematika hari ini lebih cenderung pasif akan situasi dan kondisi terkait persoalan-persoalan kerakyatan," katanya.

3. Penyelarasan isu jadi kunci aksi perlawanan kolektif

Demontrasi mahasiswa di depan gedung DPRD Provinsi Kalsel.

Gerakan kolektif mahasiswa dari berbagai elemen organisasi terjadi, dimulai dari penyelarasan sebuah isu yang digaungkan oleh setiap organisasi. Ketika isu yang dibawa bisa diterima dan relevan dengan keadaan, maka tingkat perpecahan koalisi akan sangat kecil.

"Ini yang memang seharusnya bisa dilakukan oleh semua elemen organisasi agar suatu gerakan bisa terlihat masif tanpa ada yang menunggangi," katanya.

Editorial Team

Related Article