Serang, IDN Times – Pada 159 tahun lalu, pada 10 Juni 1867, Pulau Jawa diguncang salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah Indonesia. Gempa yang kini diperkirakan berkekuatan magnitudo 7,8 itu menghancurkan Yogyakarta dan wilayah sekitarnya, menewaskan sekitar 1.000 orang, serta meninggalkan jejak sejarah yang masih relevan sebagai peringatan mitigasi bencana hingga saat ini.
Menurut anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono menyebut, gempa yang terjadi pada pukul 04.20 waktu setempat tersebut merupakan gempa intraslab, yakni gempa yang terjadi di dalam lempeng yang menunjam pada kedalaman sekitar 80 kilometer.
“Gempa Jawa 1867 bukan sekadar catatan sejarah, tetapi peringatan bahwa wilayah selatan Jawa merupakan kawasan yang sangat aktif secara seismik dan berpotensi mengalami gempa besar kembali di masa depan,” kata Daryono dikutip Senin (15/6/2026).
