Peresmian pembangunan 5 embung di Kabupaten Tangerang untuk kendalikan banjir (dok. Pemkab Tangerang)
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah mengatakan Polder Cibadak ini dibangun di atas lahan aset milik Pemkab Tangerang seluas 2.847 meter persegi. Di atas lahan itu dibangun polder seluas 2.525 meter persegi dan tinggi bangunan 6 meter dengan kapasitas tampung air sekitar 7.762 meter kubik.
"Adapun fasilitas utama Embung Cibadak adalah tanggul, saluran inlet dan outlet, 2 pintu air serta pompa berkapasitas 800 meter kubik/jam," ungkapnya.
Dengan dibangunnya Embung Cibadak, maka limpasan air di kawasan Cibadak dapat dikurangi baik luasan genangan, tinggi genangan maupun durasinya sehingga dapat mereduksi kerugian yang ditimbulkan dari bencana banjir.
"Pembangunan embung diharapkan tidak hanya mengurangi luasan, ketinggian air dan durasi genangan tetapi juga menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam pengelolaan air dan lingkungan di Kabupaten Tangerang," tuturnya.
Sementara itu Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Air DBMSDA Kabupaten Tangerang, Peri Ramdani mengatakan bahwa pengerjaan Embung Cibadak memerlukan waktu 180 hari kalender dengan nilai anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp.6.614.917.989.
Sedangkan pembangunan Embung Sudirman, kata dia, sudah dimulai tahun 2024 dan dilanjutkan tahun 2025. Untuk lanjutan Embung Sudirman, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan dana APBD Tahun Anggaran 2025 senilai Rp.4.844.839.928 dengan pengerjaan selama 180 hari kalender. Embung Sudirman, kata Peri, akan mengurangi luasan genangan, tinggi genangan dan lama genangan.
"Itu bagian dari solusi untuk mengurangi dampak negatif bencana banjir yang kerap melanda di Kelurahan Tigaraksa dan 3 desa lain yakni Pematang, Pasir Nangka dan Pete," tuturnya.
Embung Sudirman selain sebagai infrastruktur pengendali banjir, embung ini juga akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan sumber cadangan air baku bagi masyarakat. Peri mengatakan Pemkab Tangerang saat ini telah memiliki 14 pompa untuk menyedot banjir di Kecamatan Kelapa Dua, Kosambi, Teluknaga dan Sepatan. Kawasan tersebut merupakan dataran rendah yang menjadi titik kumpul aliran air dari tujuh desa sekitarnya yang menjadikan wilayah ini sangat rawan tergenang air.
"Pembangunan embung diharapkan tidak hanya mengatasi banjir, tetapi juga menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam pengelolaan air dan lingkungan di Kabupaten Tangerang," pungkasnya.