Perbaikan Jalur Mudik dan Wisata di Banten Rampung H-10 Lebaran

- Dinas PUPR Banten mempercepat perbaikan dan pemeliharaan jalan jelang arus mudik serta wisata Lebaran 2026, dengan target seluruh pekerjaan rampung pada H-10 sebelum puncak mudik.
- Perbaikan mencakup jalur utama seperti tol dan ruas nasional di Tangerang Selatan, Kota Serang, serta Kota Tangerang, termasuk penanganan ruas Bojonegara yang sebelumnya rusak parah.
- Kerusakan jalan dipicu curah hujan tinggi dan kendaraan berat, sementara fokus perbaikan diarahkan ke wilayah rawan banjir dan longsor agar jalur aman dilalui saat Lebaran.
Serang, IDN Times - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten mengintensifkan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur jalan menjelang arus mudik dan wisata Lebaran 2026. Seluruh pekerjaan ditargetkan tuntas pada H-10 sebelum puncak arus mudik.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, pihaknya memantau secara menyeluruh terhadap kondisi jalan, baik yang menjadi kewenangan provinsi maupun melalui koordinasi untuk jalan nasional, tol, hingga kabupaten/kota.
"Untuk kewenangan yang bukan provinsi, kami melakukan upaya koordinasi agar percepatan pelaksanaan penanganannya bisa terpantau," kata Arlan, Jumat (20/2/2026).
1. Perbaikan mencakup jalur utama pemudik seperti jalan tol

Berdasarkan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), percepatan penanganan dilakukan pada sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Tangerang Selatan, Kota Serang, dan Kota Tangerang. Targetnya, perbaikan ruas nasional tersebut rampung pada H-10 Lebaran.
"Penanganan juga mencakup ruas Bojonegara yang sempat viral akibat kerusakan jalan, serta jalur tol yang menjadi akses utama pemudik," katanya.
2. Seluruh pemeliharaan ditarget rampung H-10 lebaran

Untuk jalan kewenangan provinsi, Dinas PUPR Banten memprioritaskan jalur alternatif mudik dan akses menuju destinasi wisata. Ruas-ruas tersebut ditargetkan selesai lebih awal, yakni pada H-16, sementara seluruh pekerjaan pemeliharaan jalan provinsi dipastikan tuntas pada H-10.
"Kami terus melakukan upaya maksimal agar kualitas jalan tetap terjaga. Penanganan sementara tetap kami lakukan pada ruas-ruas tertentu seperti Pasar Kemis, Teluknaga, dan Dadap sembari menunggu proses lelang untuk perbaikan permanen," ujarnya.
3. Curah hujan dan kendaraan berat jadi pemicu jalan rusak

Arlan mengungkapkan, wilayah Tangerang menjadi fokus utama perbaikan karena tingginya dampak banjir terhadap drainase dan badan jalan di kawasan perkotaan. Sementara di wilayah selatan Banten, penanganan difokuskan pada titik-titik rawan longsor.
Menurutnya, faktor eksternal seperti curah hujan tinggi dan beban kendaraan berat menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Meski demikian, pihaknya memastikan kualitas material dan metode perbaikan tetap mengacu pada standar teknis yang berlaku.
"Kami pastikan H-10 kondisi jalan sudah dapat dilalui dengan aman. Ini adalah upaya rutin tahunan yang terus kami tingkatkan kualitas pelaksanaannya demi kenyamanan masyarakat," katanya.

















