Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) (IDN Times/Aditya Pradana)
Bambang mengatakan, pihaknya telah menerima gambaran dari hasil evaluasi dan diskusi dengan provinsi serta Kementerian Dalam Negeri. Poin-poin tertuang gambaran detail untuk dilakukan efisiensi.
Hal-hal yang bersifat seremonial, perjalanan dinas yang tidak berorientasi pada kepentingan masyarakat menjadi objek dari organisasi perangkat daerah untuk dilakukan pengulangan atau efisiensi.
Bambang menyebut, efisien anggaran lebih kurang Rp200 miliar. Angka tersebut pastinya belum dirilis karena harus memasukan unsur prioritas.
“Itu kami bicara angka dasarnya. Sekarang sedang dilakukan pendetailan karena ada yang priority. Bisa 50 persen atau bahkan sebaliknya bisa lebih dari itu,” kata dia.