Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pilot Malaysia Bawa Narkoba Siapkan Urine 'Bersih' untuk Kelabui Tes
Pilot Malaysia selundupkan narkoba ke Indonesia (dok. Bea Cukai Soetta)
  • Pilot Malaysia MSO diduga menyiapkan urine “bersih” dalam botol minyak bayi untuk mengelabui tes narkoba mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan.
  • Petugas menemukan 25,19 kilogram atau sekitar 77 ribu butir ekstasi di koper MSO, serta lebih dari 2 gram sabu di tasnya.
  • MSO, yang diduga memakai narkoba sejak 2006, positif sabu, ekstasi, dan ganja saat terbang; ia ditahan Bareskrim dan terancam hukuman mati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, membeberkan fakta baru terkait pilot berkewarganegaraan Malaysia yang menyelundupkan 26 kilogram narkoba ke Bandara Soekarno-Hatta. MSO diketahui telah menyiapkan sebotol kecil urine yang ia ambil sebelum mengonsumsi narkoba.

"Bahwa saat diperiksa awal, di dalam tas TSK Pilot MSO ditemukan botol kecil berisi cairan kuning yang ternyata urine. Dari pengakuan, botol tersebut berisi urine "bersih" sebelum yang bersangkutan mengonsumsi narkotika,"tutur Hengky, Senin (3/7/2026).

1. Urin tersebut rencananya digunakan untuk mengelabui hasil tes narkoba

Pilot Malaysia selundupkan narkoba ke Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Urine tersebut dikemasnya dalam botol kemasan kecil produk minyak bayi berwarna merah muda. Petugas pun tak lantas tertipu dan mengikuti skenario MSO begitu saja.

Sebab, petugas menduga, urine tersebut akan digunakan tersangka pada saat maskapai ataupun otoritas penerbangan akan melakukan tes urine mendadak.

"Jadi, jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan, akan digunakan yang di botol tersebut, memang sudah persiapan,"ujarnya.

2. MSO gunakan narkoba sejak tahun 2006

Pilot Malaysia selundupkan narkoba ke Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Selain itu, Hengky mengungkapkan, MSO juga diduga menjadi pecandu narkoba sejak tahun 2006. Hal tersebut menegaskan keterkaitan MSO dengan jaringan peredaran narkoba.

"Sudah pecandu sebelum jadi pilot, sejak 2006," jelas Hengky.

3. MSO terancam hukuman mati

Pilot Malaysia selundupkan narkoba ke Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Hingga kini, MSO masih dalam penahanan Bareskrim untuk pengembangan terkait dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi skala internasional tersebut. Seperti diketahui, sebelum terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia, pilot berwarganegaraan Malaysia berinisial MS memakai tiga jenis narkoba.

Hal tersebut terungkap saat MS kedapatan membawa 25,19 kilogram atau sebanyak 77 ribu butir ekstasi di dalam kopernya. Namun, bukan hanya di koper, ternyata barang haram jenis sabu seberat 2 gram lebih, juga terdapat di dalam tasnya.

"Sabu ini dipakai sendiri. Dan dari hasil pemeriksaan tes urine kemarin, ternyata positif memakai sabu, Inex, dan ganja. Jadi pada saat terbang, itu sedang memakai,"ujar Hengky.

MSO pun dikenakan pasal berlapis sebagai pengedar narkoba, yakni Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 mencakup Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 114 ayat 2, juncto Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 609 ayat 2 dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Curated For You

Editorial Team

Related Article