Program Santri Digitalpreneur Buka 1,1 Juta Lapangan Kerja

Serang, IDN Times - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut, program santri digitalpreneur tahun ini telah membuka 1,1 juta lapangan kerja baru pada 2022 di Indonesia.
"Tahun 2024 ditargetkan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiga Uno di Ponpes An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Jumat (28/10/2022).
1. Santri memiliki potensi yang besar bagi kemajuan bangsa

Menurut Sandiaga, santri memiliki daya saing dan potensi untuk kebangkitan bangsa Indonesia di era serba digital. Kebutuhan konten-konten kreatif yang bernapaskan keislaman, menjadi salah satu peluang dan kesempatan para santri untuk bisa dimanfaatkan mendapatkan penghasilan.
"Era digital membawa perubahan pada kehidupan kita saat ini banyak dampak positif yang kita rasakan, era digital juga membawa dampak negatif sehingga menjadi tantangan yang luar biasa kehidupan masa kini yang penuh dengan tatanan ekonomi baru," katanya.
2. Santri dan kaum milenial akan difasilitasi kemampuan ekonomi kreatif

Kementerian Agama (Kemenag) mencatat ada 5 juta santri di Indonesia terdiri dari 27 ribu pondok pesantren. Ini adalah potensi masa depan yang besar bagi kemajuan bangsa. Sehingga, Kemenparekraf memfasilitasi para santri dan generasi milenial untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan di sektor industri kreatif untuk menghadapi tantangan melalui program Santri Digitalprenuer.
"Dengan harapan nantinya santri bisa menjadi produsen informasi dan literasi yang sangat kreatif untuk penggerak konten-konten terbaik yang bernilai islami," katanya
3. Santri digitalpreneur sudah terlaksana di beberapa daerah

Sejauh ini, lanjut Sandi, program santri digitalpreneur sudah terlaksana di beberapa provinsi, antara lain Tasikmalaya Jabar, Tanah Datar Sumbar, Banjar Baru Kalsel, Bondowoso Jatim, Sidoarjo Jatim dengan melibatkan 250 santri dari 50 pesantren.
"Bisa dibayangkan jika para santri gercep, gerak cepat, gerak bersama, gaspol, garap semua potensi online. Saat ini santri bisa berkontribusi di dunia medsos yang jumlah penggunanya hampir 200 juta," katanya.



















