Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Remaja Hanyut di Sungai Cisadane Tangsel Belum Ditemukan
Ilustrasi Tenggelam (unsplash.com/Tim Marshall)
  • Seorang remaja berusia 13 tahun bernama Neill Angkasa Satyanegara dilaporkan hanyut di Sungai Cisadane, Kelurahan Keranggan, Setu, Tangerang Selatan, saat berenang bersama teman-temannya dan diduga tidak bisa berenang.

  • Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga Minggu (26/7/2026) dengan memperluas area pencarian menjadi radius 750 meter karena korban belum ditemukan, sementara kondisi sungai yang surut dan banyak batu cadas menjadi kendala.

  • Keluarga dan warga sekitar menggelar pengajian serta doa bersama di lokasi kejadian dengan harapan korban segera ditemukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Seorang remaja bernama Neill Angkasa Satyanegara (13) dilaporkan hanyut di Sungai Cisadane, kawasan Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (25/7/2026). Hingga Minggu (26/7/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Komandan Pleton Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan, mengatakan korban hanyut saat berenang bersama teman-temannya.

1. Korban diduga tak bisa berenang

Dian menjelaskan, berdasarkan keterangan dua saksi bernama Rasya dan Angga, korban berenang bersama lima rekannya di Sungai Cisadane.

Korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang. Rekan-rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun gagal karena kelelahan.

“Teman korban berusaha menolong tapi kecapekan dan korban hanyut terbawa arus,” kata Dian, Minggu (26/7/2026).

2. Pencarian diperluas hingga radius 750 meter

Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi korban tenggelam dengan radius awal 500 meter. Namun, hingga sore hari korban belum ditemukan sehingga pencarian dilanjutkan pada hari berikutnya.

Dian mengatakan, pencarian kini dilakukan melalui jalur sungai dan darat dengan memperluas area hingga radius 750 meter dari titik awal korban hanyut.

“Belum diketemukan, masih proses pencarian,” ujarnya.

Menurut Dian, kondisi debit Sungai Cisadane yang sedang surut justru menjadi kendala karena banyak batu cadas di dasar sungai yang berpotensi membuat jasad korban tersangkut.

3. Warga gelar pengajian di lokasi

Di tengah proses pencarian, keluarga, kerabat, dan warga sekitar menggelar pengajian di kawasan Sungai Cisadane. Doa bersama itu dilakukan agar korban segera ditemukan.

Dian mengatakan, pengajian diikuti warga RT 05/RW 02, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, dan dipimpin oleh Lurah Kademangan.

“Warga ngaji di lokasi dipandu lurah Kademangan,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article